SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Shalahuddin, yang juga sebagai Kepala Dinas PUPR Kalimantan Tengah berupaya mempercepat pembangunan Jembatan Mentaya penghubung Kecamatan Seranau ke Sampit.

"Diharapkan pembangunan fisik jembatan ini sudah mulai dikerjakan pada tahun 2025, dengan target awal menyelesaikan pekerjaan pondasi," kata Shalahuddin, Jumat, 27 September 2024.

Dirinya akan berkoordinasi dengan Dinas SDABMBKPRKP Kotim untuk memastikan segala sesuatunya proses perencanaan berjalan lancar.

Ia menjelaskan proses rekomendasi pembangunan jembatan perlu diajukan ke Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR. Rekomendasi tersebut biasanya memakan waktu antara satu hingga tiga bulan setelah diusulkan.

"Kami berharap pada Januari (keluar rekomendasi), Januari Februari sudah kita anggarkan sehingga paling tidak untuk pekerjaan pondasi sudah bisa dilaksanakan," imbuhnya. 

--page

Lanjutnya, semua kegiatan, termasuk desain, akan dinilai oleh KKJTJ. Jika dinyatakan layak, maka pembangunan akan dilanjutkan.

Ia juga menegaskan bahwa selain FS (Feasibility Study), AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), dan DED (Detailed Engineering Design), pembebasan lahan juga merupakan prioritas utama.

Terkait pembebasan lahan, Shalahuddin menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Jika pembebasan lahan tidak dapat dilaksanakan kabupaten, maka pihak provinsi akan menyiapkannya.

Adapun lokasi pembangunan Jembatan Mentaya sendiri akan ada dua alternatif, yang akan dicek di lapangan untuk analisa dan evaluasi lebih lanjut dari Kementerian PUPR. Dengan langkah ini, Pjs Bupati Kotim berharap pembangunan jembatan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan meningkatkan infrastruktur daerah. (DEWI PATMALASARI/Y)