SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong (TTL), David Pandapotan Sirait, mengungkapkan bahwa peningkatan kunjungan kapal yang terjadi pada Agustus 2024 merupakan dampak positif dari kinerja bongkar muat yang semakin efisien. Perbaikan ini berujung pada pengurangan waktu *port stay* kapal yang berada di terminal. David menjelaskan bahwa selama bulan Agustus 2024, tercatat terjadi kenaikan jumlah kunjungan kapal sebesar delapan persen, dengan total kunjungan mencapai 132 unit kapal dan 1.284.253 GT. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, jumlah kunjungan hanya mencapai 122 unit kapal dan total 1.179.349 GT. Analisa lebih lanjut menunjukkan bahwa secara kumulatif atau *Year To Date* (YTD) hingga Agustus 2024, kunjungan kapal juga mengalami peningkatan signifikan, dari 730 unit kapal menjadi 809 unit kapal, yang berarti adanya kenaikan sebesar 10,8 persen. Hal ini menunjukkan tren positif dalam aktivitas maritim di wilayah tersebut. David menambahkan, pencapaian efisiensi ini turut mendorong para pelaku *Shipping Line* untuk memperluas armada mereka dengan menambah kapal baru serta membuka rute-rute baru. Beberapa rute baru yang telah dibuka adalah rute dari PT Meratus Line (Surabaya-Tangkiang-Kendari), PT SPIL (Balikpapan-Palu), dan Tanto (Makassar-Kendari). Di samping itu, pada bulan yang sama, juga terdapat penambahan layanan baru dengan *International CIX Service*, yang menyasar jalur intra Asia. Sebelumnya, layanan ini merupakan gabungan dari Wanhai Line-InterAsia Line serta KMTC yang melayani tujuan ke Timur Tengah dan India Subkontinen. Menurut David, kehadiran rute-rute baru ini tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan jumlah kunjungan kapal, tetapi juga memperluas jaringan logistik Terminal Teluk Lamong. Ini tentunya memberikan berbagai opsi distribusi yang lebih beragam bagi pelanggan. Peningkatan angka kunjungan kapal ini juga berimbas pada arus peti kemas. Tercatat ada peningkatan sebesar 10 persen dari tahun sebelumnya, yaitu dari 72.722 Teus menjadi 79.948 Teus pada tahun 2024. Secara kumulatif YTD hingga Agustus 2024, arus peti kemas tercatat naik 6,4 persen dari 546.324 Teus menjadi 581.525 Teus. David menekankan bahwa peningkatan kepercayaan yang terus berkembang dari pihak *Shipping Line* dan pelanggan adalah refleksi komitmen perusahaan untuk memberikan layanan yang handal dan efisien. "Kepercayaan dari *shipping line* yang terus meningkat adalah hasil dari kinerja operasional yang *excellent*. Kami yakin bahwa kinerja TTL akan semakin membaik hingga akhir tahun ini," tegasnya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Terminal Teluk Lamong telah menjadi terminal pilihan yang mampu memenuhi kebutuhan operasional yang terus berkembang dan memastikan pengiriman barang yang lebih efisien bagi mitra dan pelanggan. ANTARA