JAKARTA –
**Borneonews - Washington** Tidak ada kemajuan signifikan yang tercapai dalam pembicaraan mengenai gencatan senjata dan pertukaran tahanan di Gaza. Hal ini diungkapkan oleh pejabat dari Gedung Putih, yang merupakan kantor kepresidenan Amerika Serikat (AS). Penasihat Komunikasi Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby, menyatakan, "Saya berharap dapat memberi tahu Anda bahwa kami memiliki suatu terobosan untuk dilaporkan, tetapi sayangnya, kenyataannya adalah tidak ada." Pernyataan ini disampaikan kepada wartawan pada hari Kamis, tanggal 26 September. Menurut laporan jaringan berita *CNN* pada hari Rabu, 25 September, beberapa pejabat AS menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden telah menghentikan segala usaha dalam mencapai kesepakatan terkait gencatan senjata di wilayah Gaza. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah AS menilai bahwa tidak terdapat niat politik yang jelas dari kedua pihak yang terlibat untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung saat ini. Sejak bulan Agustus, negosiasi untuk gencatan senjata telah terhenti. Hal ini terjadi setelah para negosiator memperkenalkan versi terbaru dari perjanjian perdamaian yang diumumkan oleh Presiden Biden pada akhir Mei. Perjanjian tersebut mencakup jadwal yang rinci serta lokasi untuk penarikan pasukan Israel dari Gaza. Kondisi ini menambah keprihatinan terkait prospek damai yang diharapkan oleh banyak pihak dan mendesak perlunya keterlibatan lebih lanjut dari komunitas internasional untuk memastikan bahwa situasi di kawasan tersebut dapat diatasi. ANTARA