**Borneonews - Belitung**, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) mengadakan program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai gizi, dengan fokus pada kader posyandu dan remaja putri di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu menurunkan angka stunting yang terus meningkat.
Berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023, prevalensi stunting di Kabupaten Belitung mencapai angka 20,8 persen. Diah M. Utari, selaku ketua tim program ini, menekankan bahwa salah satu penyebab utama stunting di wilayah tersebut adalah pola asuh dan pola makan yang kurang tepat.
Dia mengungkapkan bahwa periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) merupakan momen krusial yang harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya stunting pada anak. Di samping itu, persiapan status gizi bagi remaja yang berpotensi menjadi calon ibu juga sangat penting agar mereka siap dalam menghadapi masa kehamilan.
Untuk mendukung kegiatan edukasi ini, tim FKM UI telah merancang berbagai bahan pembelajaran seperti booklet, leaflet, dan permainan interaktif. Semua ini bertujuan untuk menyebarkan informasi terkait pencegahan stunting dengan lebih efektif.
Kegiatan ini melibatkan kader dari 19 posyandu di Kecamatan Sijuk dan remaja putri dari SMAN 1 Sijuk. Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan materi tentang gizi bagi ibu hamil dan balita, cara membaca hasil penimbangan pada Kartu Menuju Sehat (KMS), serta informasi mengenai menu makanan sehat.
Remaja putri juga mendapatkan edukasi mengenai gejala, dampak, serta pencegahan anemia, serta bagaimana anemia dapat berhubungan dengan stunting. Salah satu aktivitas menarik dalam kegiatan ini adalah simulasi *"Isi Piringku"*, yang merupakan pedoman gizi seimbang yang disusun oleh Kementerian Kesehatan. Dalam simulasi ini, peserta diminta untuk menggambar atau menempelkan bahan pangan sesuai dengan kategori makanan yang tepat.
Diah menambahkan, "Para peserta menunjukkan keterampilan yang baik dalam menyusun menu gizi seimbang. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat dibagikan kepada ibu hamil dan ibu balita untuk bersama-sama menekan angka stunting."
Beberapa remaja putri yang mengikuti program ini mengakui bahwa pola makan mereka belum sepenuhnya mengikuti pedoman gizi seimbang, dan banyak yang tidak menyadari pentingnya hubungan antara anemia dan stunting.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Rohami, pengelola Program Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung. Ia menegaskan bahwa kader posyandu memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi gizi kepada masyarakat, terutama untuk para ibu hamil dan balita. "Edukasi kepada kader posyandu adalah langkah yang sangat tepat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat," ujarnya.
Kepala SMAN 1 Sijuk, Eny Susilowati, juga memberikan apresiasinya terhadap kegiatan ini karena sejalan dengan program rutin sekolah yang memberikan edukasi mengenai anemia dan konsumsi tablet tambah darah (TTD). Dia berharap bahwa kegiatan serupa dapat diadakan kembali pada tahun depan.
ANTARA
Edukasi Gizi untuk Tekan Stunting di Belitung oleh FKM UI
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







