JAKARTA –
**Borneonews - Washington**, Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, menegaskan pada Kamis bahwa negaranya akan terus memberikan dukungan kepada Ukraina dalam perjuangannya melawan Rusia. Dia menjelaskan bahwa keputusan ini didasari oleh kepentingan strategis bagi Amerika Serikat, bukan sekadar alasan amal. Dalam konferensi pers yang digelar bersama Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di Gedung Putih, Harris menyatakan bahwa Amerika berkomitmen untuk terus menyuplai bantuan keamanan yang diperlukan oleh Ukraina agar dapat mencapai kemenangan di medan perang. Pernyataan ini disampaikan seiring dengan pengumuman baru-baru ini mengenai paket militer tambahan dan alokasi bantuan hampir 8 miliar dolar AS untuk mendukung usaha Ukraina dalam melawan agresi Rusia. Harris menambahkan bahwa dukungannya terhadap rakyat Ukraina tidak akan goyah. Ia menekankan pentingnya kemenangan bagi Ukraina agar negara tersebut bisa kembali kepada keadaan yang aman, damai, dan sejahtera. Kekuatan rakyat Ukraina yang berani melawan invasi dan mempertahankan kebebasan serta demokrasi mereka menjadi sorotan tersendiri. Dalam hal ini, Harris merujuk kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai sosok diktator yang brutal. Lebih lanjut, Harris mengingatkan bahwa membiarkan agresor seperti Putin melanggar kedaulatan negara lain tanpa konsekuensi akan membuka kemungkinan bagi serangan lebih lanjut, yang bisa mengancam negara-negara lain seperti Polandia dan negara-negara Baltik, serta sekutu-sekutu di dalam NATO. Ia menegaskan bahwa Rusia dapat mengakhiri konflik ini dengan menarik pasukannya dari Ukraina. Di sisi lain, Harris juga mencatat ada suara-suara di dalam Amerika yang menyerukan agar Ukraina menyerahkan sebagian wilayahnya. Ia menolak anggapan tersebut dengan tegas, membandingkannya dengan usulan dari Putin. "Ini bukan proposal untuk perdamaian. Sebaliknya, itu adalah usulan untuk menyerah, yang jelas sangat berbahaya dan tidak dapat diterima," ujarnya. Presiden Zelenskyy pun menambahkan bahwa penting bagi Ukraina untuk terus memahami dan bekerja dengan baik dalam koordinasi dengan Amerika Serikat. Ia menekankan perlunya memberikan tekanan kepada Rusia untuk menghentikan peperangan dan menciptakan perdamaian yang adil serta berkelanjutan. "Ini adalah prioritas utama bagi kami dan bagi negara-negara yang mencintai kebebasan lainnya, yaitu mewujudkan perdamaian yang nyata, bukan perdamaian yang beku. Kami memerlukan kedamaian yang sebenarnya," tegas Zelenskyy. Mengacu pada serangan terkini dari Rusia, Zelenskyy juga menyatakan bahwa Ukraina harus segera memperkuat sistem pertahanan udaranya untuk menyelamatkan ribuan nyawa dan mengurangi teror yang ditimbulkan oleh agresi Rusia hingga ke titik di mana tidak ada ancaman lagi. ANTARA