BORNEONEWS, Sukamara - Sistem full day school akan berdampak mengurangi nilai kasih sayang antara anak dan orang tua. Karena itu, wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendi itu, sebelum diterapkan di SD dan SMP harus dikaji lebih mendalam, dan disosialisasikan dengan baik. Jika dipaksakan sistem sehari penuh di sekolah itu, akan memberi banyak dampak kepada anak, terutama yang masih duduk di sekolah dasar (SD).

“Untuk setiap jenjang sekolah akan memiliki problem masalah berbeda, dan ini contoh terkecil saja jika itu diterapkan kepada anak SD, berusia 6 tahun hingga 12 tahun,  jika mereka harus seharian di sekolah kapan waktunya untuk bertemu orang tua. Kalau pulangnya malam tentunya ini akan merenggangkan ikatan kasih sayang anak dengan orang tua” kata Kepala Dinas Pendidkian Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sukamara, Sutrisno, Kamis (11/8/2016).

Menurutnya, pendidikan yang didapat dari orang tua atau lingkungan keluarga juga sangat diperlukan terhadap pendidikan karakter anak selain yang didapat dari sekolah mengingat dengan adanya ikatan kasih sayang akan lebih mempengaruhi perkembangan anak.

“Sementara didikan yang paling baik adalah dari rumah karena disitu ada kasih sayang, ada kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual dan pendidikan itu ada di keluarga dari orang tua” tutur Kepala Disdikpora Sukamara, Sutrisno.

Ditambahkannnya, Selain berdampak terhadap siswa, sistem inipun akan berpengaruh terhadap aktifitas guru terhadap keluarga mengingat dengan banyaknya aktifitas disekolah maka waktu untuk keluarga akan berkurang.

“Tenaga guru juga mempunyai tanggungjawab untuk keluarga sehingga butuh waktu yang cukup untuk memberikan perhatian kepada anak-anak dan keluarganya. Selain itu pihak pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran lebih besar lagi untuk pembayaran gaji guru yang akan bertambah seiring dengan bertambahnya jam mengajar,” ucap Sutrisno.

Sehingga dengan dampak tersebut maka kebijakan tersebut perlu dikaji ulang  terhadap dampak yang muncul baik secara kultural dan geografis karena setiap daerah memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

“Sehingga untuk menerapkan sistem full day school Mendikbud perlu melakukan sosialisasi kepada seluruh insan terutama kepada pendidikan dan kemudian dikaji dampaknya apabila sistem ini diterapkan,” ujar Sutrino.

Sementara itu komentar salah seorang guru yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa dirinya tidak merasa keberantan jika memang wacana Mendikbud akan diterapkan.

“Kita tidak akan protes jika itu nantinya akan diterapkan, karena itu sudah menjadi aturan dari Mendikbud” ujarnya. (MG-13/N).