BORNEONEWS, Kasongan - Bupati Ahmad Yantenglie mengunjungi para korban musibah kebakaran Pasar Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (11/8/2018).
Selain didampingi istrinya sekaligus Ketua TP PKK Katingan, Endang Susilatie, juga ikut hadir Ketua DPRD Ignatius Mantir L Nussa, para asisten, Kepala Dinsosnakertrans Kesmi Pandiangan, Kepala Disdukcapil dan sejumlah kepala SKPD lainnya.
Dalam pertemuan di Aula Serbaguna Kecamatan Katingan Tengah yang dihadiri puluhan warga korban kebakaran, Bupati Tenglie menyampaikan rasa prihatin terkait musibah kebakaran itu.
"Saya secara pribadi dan keluarga serta atas nama Pemerintah Kabupaten Katingan menyampaikan rasa prihatin kepada para korban kebakaran Pasar Tumbang Samba ini," sebut Bupati Ahmad Yantenglie.
Bupati juga menyampaikan kepada para korban jika pihaknya ada beberapa solusi untuk membangun kembali bangunan pasar yang hangus terbakar itu.
Misalnya warga korban menggandeng pihak koperasi untuk bekerjasama dalam pembangunan pasar tersebut.
"Kita selaku pemerintah sifatnya hanya memfasilitasi saja, dan tawaran dari pemda ini nanti agar bisa difikirkan dulu secara matang apakah bisa disetujui atau tidak," katanya.
Bupati mengaku tidak masalah jika warga korban kebakaran membangun sendiri bangunannya itu, namun harus mematuhi Peraturan Daerah (Perda) terkait izin mendirikan bangunan (IMB).
"Misalnya harus dipatuhi tentang garis simpadan jalan, yaitu sekitar 15 meter dari tengah badan jalan yang boleh dibangun," katanya.
Namun begitu, kata Bupati Tenglie membangun sendiri itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. "Kecuali bangunannya darurat, maka hasilnya nanti juga akan darurat. Yang jelas kita tawarkan dulu solusi tersebut, sebab kita ingin bangunan pasar itu nanti bisa aman dari kebakaran," sebutnya.
Camat Katingan Tengah Hariawan menuturkan berdasarkan data terakhir ada 77 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa yang menjadi korban kebakaran ini.
Adiansyah, seorang keluarga korban kebakaran Tumbang Samba mengatakan ia akan menyambut tawaran Pemda Katingan yang mengusulkan agar pembangunan pasar bekas kebakaran melalui pihak ketiga atau koperasi.
"Yang saya usulkan adalah agar warga pemilik tanah atau penyewa blok saat bangunan itu selesai mereka tetap terdaftar, jangan nanti bangunan selesai muncul nama baru," katanya.
Muslimah, korban kebakaran lainnuya menanyakan butuh berapa lama pihak koperasi atau pemerintah yang ingin membangunkan kembali pasar itu bisa selesai. "Kalau misalnya akan dibangun kembali, yang saya tanyakan agar jangan lama-lama membangunnya," katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ahmad Yantenglie juga sempat menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai secara simbolis kepada para korban kebakaran. (ABDUL GOFUR/m)








