BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah proaktif untuk mendukung pengembangan inovasi dalam bidang pendidikan. Upaya ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah tersebut. Dalam sebuah pernyataan, Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin, menekankan pentingnya pendidikan berkualitas sebagai landasan untuk menciptakan generasi emas. Generasi ini diharapkan mampu bersaing, berinovasi, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Oleh karena itu, dukungan terhadap inovasi dalam sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas bagi pemerintah daerah. Salah satu inovasi yang saat ini sedang dikembangkan adalah penerapan metode pembelajaran matematika yang dikenal dengan nama *Gasing*. Metode ini diklaim telah efektif dalam memberikan solusi bagi siswa dalam memahami konsep matematika dengan lebih mudah dan menyenangkan. Samsudin percaya bahwa pengadopsian metode tersebut akan berkontribusi positif pada peningkatan kemampuan numerasi anak-anak di Provinsi Lampung, baik di tingkat pendidikan dasar maupun menengah. Hal ini tentunya sejalan dengan upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di wilayah tersebut. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa metode *Gasing* bukan hanya mempermudah pemahaman siswa, tetapi juga dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka untuk menghadapi berbagai tantangan dalam pelajaran matematika. “Provinsi Lampung siap berperan sebagai pelopor dalam mengimplementasikan program pembelajaran *Gasing* di seluruh Indonesia,” ungkapnya. Samsudin juga menyatakan bahwa untuk mencapai kemajuan dan mengejar ketertinggalan, Provinsi Lampung akan terus mendukung berbagai inovasi yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan SDM di daerah ini. Ia meminta kepala daerah, penjabat kepala daerah, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se-Provinsi Lampung untuk memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program ini. Dia juga mengajak semua pihak, terutama para guru dan tenaga pengajar, untuk terus berinovasi dalam menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan bagi para siswa. “Saya berharap pelajaran-pelajaran yang sebelumnya dianggap sulit dan menakutkan bisa diubah menjadi sesuatu yang menyenangkan,” pungkasnya. ANTARA