BORNEONEWS, Katingan - Penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) belum berdampak serius bagi perekonomian maupun persaingan ekonomi masyarakat di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Karena memang belum ada serbuan tenaga asing ke wilayah Bumi Penyang Hinje Simpei itu.
MEA merupakan bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam artian adanya sistem perdagangan bebas antara Negara-negara Asean. Indonesia dan sembilan negara anggota Asean lainnya telah menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau Asean Economic Community (AEC) itu
"Memang MEA ini belum terasa dampaknya di Katingan. Akan tetapi jika nantinya tenaga kerja asing masuk kalau bersaing mereka lebih unggul dari kita. Ini satu hal perlu kita sampaikan dan mawas diri bersama-sama. Apa yang perlu dilakukan masyarakat dan pemangku kebijakan menghadapi fenomena MEA ini ke depan," ungkap Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie di hadapan ribuan masyarakat yang menghadiri acara pembukaan Katingan Expo 2016, di Lapangan Sport Center Kasongan, Rabu (10/8/2016) malam.
Meski begitu, Bupati Katingan meminta masyarakat agar berhati-hati dan mawas diri mulai dari saat ini untuk menghadapi dampak penerapan MEA tersebut. Ia memberikan contoh dampak MEA di Pulau Sumatera. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari salah seorang bupati di Sumatera memang benar telah masuk tenaga kerja dari China dengan modal keterampilan dan produktivitas kerja luar biasa.
"Sebagai contoh MEA di Sumatera benar sudah masuk tenaga kerja dari China. Hati-hati kita tidak bisa melawan mereka masuk selama administrasi lengkap dan daya saing mereka cukup tinggi. Bisa kerja dari pagi sampai sore dan produktivitas mereka tinggi," imbuhnya.
Untuk itulah, ia mengajak masyarakat agar mampu mengangkat perekonomian daerah. "Kita tidak anti orang luar, tapi harus mampu mengangkat ekononmi masyarakat. Jangan sampai kita yang memiliki lahan di sini malah hanya memetik hasil dari pinggir lahan kita. Jangan sampai itu terjadi pada masa yang akan datang," tutupnya. (HAIRUL SALEH/N).








