PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan riset sawit tingkat mahasiswa 2023-2024 yang telah diumumkan sejak Desember 2023, kini memasuki tahap akhir. Sebanyak 40 kelompok penelitian mahasiswa berhasil mendapatkan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS.

"Program ini bertujuan untuk mendorong inovasi dan pengembangan dalam sektor kelapa sawit melalui penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia," kata Kepala Divisi Program Pelayanan pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Arfie Thahar pada Jumat, 27 September 2024.

Untuk memastikan kegiatan penelitian berjalan dengan baik, katanya, BPDPKS bersama Tim Penilai Lomba Riset telah melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Proses ini melibatkan penilaian terhadap kemajuan penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan oleh masing-masing kelompok.

"Berdasarkan laporan akhir penelitian yang disampaikan, dilakukan pleno untuk menentukan 10 riset terbaik yang akan melaju ke putaran final," bebernya.

Pada putaran final, lanjut Arfie, 10 kelompok terpilih akan melakukan presentasi di hadapan dewan juri.

"Presentasi ini akan menjadi penentu untuk memilih Juara I, II, dan III. Proses seleksi ini diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang tidak hanya inovatif tetapi juga aplikatif dalam mendukung industri kelapa sawit nasional," bebernya.

Adapun daftar 10 kelompok yang lolos ke putaran final adalah hasil dari seleksi ketat yang mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk orisinalitas, metodologi, dan potensi implementasi hasil penelitian. Kelompok-kelompok ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

"BPDPKS menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba riset ini. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri," jelas Arfie lagi.

Dengan adanya kegiatan riset ini, lanjutnya, diharapkan dapat tercipta sinergi antara dunia akademis dan industri dalam mengembangkan teknologi dan inovasi yang mendukung keberlanjutan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit, serta meningkatkan daya saing produk kelapa sawit Indonesia di pasar global. (TESTI PRISCILLA/H)