JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Sami Teknologi Internasional, yang dikenal dengan nama Cloami, mengumumkan kebijakan baru yang memperkenankan syarat minimum pemesanan (minimum order quantity/MOQ) yang lebih rendah. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam sektor fesyen agar dapat lebih mudah mengakses layanan dari vendor manufaktur. Menurut Astrid Yuliandini, selaku Marketing Communication Manager Cloami, salah satu kendala utama yang sering dihadapi oleh merek-merek fesyen adalah besarnya MOQ yang diterapkan oleh para vendor. Hal ini sering kali menghambat mereka dalam melakukan penelitian dan pengembangan (*research and development/R&D*) serta produksi barang. Cloami berkomitmen untuk memberikan fleksibilitas dalam hal kuantitas pemesanan dan harga yang lebih bersaing, terutama bagi UMKM serta startup di bidang fesyen. Selain itu, perusahaan ini juga menyediakan berbagai layanan mulai dari desain, jasa jahit, hingga produksi yang komprehensif. Cloami juga menyediakan bahan baku yang diperlukan untuk produksi pakaian, termasuk berbagai jenis kain dan aksesoris. Dalam upaya untuk memastikan kualitas produksi, Cloami telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan terkemuka di industri tekstil dan garmen, seperti PT Sansan Saudaratex Jaya, PT Ayoe Indotama Textile, dan PT Harapan Kurnia Textile. Kerja sama ini bertujuan untuk menjaga standar kualitas dalam setiap produk yang dihasilkan. Melihat ke depan, Astrid menegaskan bahwa Cloami akan terus berusaha untuk berinovasi di berbagai bidang dalam bisnis fesyen, termasuk dalam aspek operasional, pemasaran, dan finansial. Tujuannya adalah untuk membangun ekosistem rantai pasok fesyen yang lebih optimal di Indonesia. "Kami meyakini bahwa dengan memberikan peluang inklusif kepada merek fesyen lokal melalui serangkaian layanan yang beragam dan MOQ yang rendah, kami dapat mempercepat pertumbuhan industri garmen di tanah air," ungkap Astrid. Menurut laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor tekstil dan pakaian jadi menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan meningkatnya permintaan baik dari pasar domestik maupun internasional. Secara spesifik, produk tekstil mengalami pertumbuhan sebesar 7,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), sementara pakaian jadi tumbuh sebesar 3,08 persen (yoy). Pada triwulan I-2024, industri ini berada dalam fase ekspansi, dengan Indeks Manufaktur Utama (PMI) Bank Indonesia mencapai angka 57,40 persen. Di sisi lain, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merencanakan tiga strategi untuk memulihkan ekosistem industri dan menciptakan peluang baru bagi sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) domestik. Strategi tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia, memastikan ketersediaan bahan baku, serta keseimbangan antara hulu dan hilir, serta revitalisasi sektor permesinan nasional. ANTARA