**Borneonews - Jakarta**, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, mengajukan seruan agar Gerakan Non-Blok (GNB) memanfaatkan pengaruh yang dimiliki untuk membela hak-hak Palestina. Hal ini disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Komite GNB untuk Palestina yang berlangsung di tengah Sidang ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada tanggal 26 September waktu setempat.
Retno menekankan bahwa pengakuan kedaulatan merupakan poin krusial dalam perjuangan bangsa Palestina. Ia menyatakan, "Pengakuan kedaulatan ini akan mengobarkan harapan bagi rakyat Palestina dan merupakan tahapan penting menuju terciptanya solusi dua negara. Ini juga dapat memberikan tekanan politik kepada Israel agar menghentikan tindak kekejaman yang terus berlangsung."
Menteri Luar Negeri menambahkan, negara-negara anggota GNB seharusnya memanfaatkan kekuatan diplomatik mereka untuk mendukung perjuangan Palestina. Ia mendorong negara-negara yang belum mengakui kedaulatan Palestina agar segera melakukannya demi memperkuat posisi Palestina di kancah internasional.
Lebih lanjut, Retno mengajak negara-negara anggota untuk aktif memperjuangkan pelaksanaan resolusi Majelis Umum PBB Nomor ES-10/24 yang mengharuskan Israel mengakhiri okupasi yang tidak sah di wilayah Palestina. GNB sendiri terdiri dari 121 negara yang, pada umumnya, tidak terafiliasi dengan blok kekuatan besar tertentu, khususnya dalam konteks Perang Dingin.
Dari sekian banyak negara anggota GNB, Palestina adalah satu-satunya entitas yang belum meraih kemerdekaan. Selain Indonesia, Komite GNB untuk Palestina juga mencakup negara-negara seperti Aljazair, Iran, Afrika Selatan, Zimbabwe, Malaysia, Kuba, India, Venezuela, Mesir, dan Senegal.
Dalam forum Debat Terbuka Tingkat Tinggi Dewan Keamanan PBB yang berlangsung di Markas Besar PBB di New York pada 25 September, Retno kembali menyoroti situasi darurat di Palestina. Ia mempertanyakan efektivitas kepemimpinan Dewan Keamanan PBB dalam menciptakan perdamaian di wilayah yang kondisi kemanusiaannya semakin memburuk.
Retno menegaskan bahwa dengan jumlah korban jiwa yang mencapai 41.000 dan jutaan pengungsi akibat konflik, serta terputusnya akses terhadap bantuan kemanusiaan, wajar jika dunia mempertanyakan sejauh mana rasa kemanusiaan ini dapat bertahan.
ANTARA
Menlu RI Serukan GNB Dukung Kedaulatan Palestina di PBB
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







