BANTEN –
**Borneonews - Kabupaten Serang**, Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, menyatakan bahwa kehadiran Rumah Sakit Adhyaksa Banten yang berlokasi di Desa Sukajadi, Kragilan, Kabupaten Serang, berpotensi signifikan dalam merangsang pertumbuhan kawasan ekonomi baru di daerah tersebut. Dalam acara peresmian yang berlangsung pada hari Jumat, Al Muktabar menggarisbawahi bahwa rumah sakit yang tergolong tipe B ini tidak hanya akan memberikan layanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga turut berkontribusi pada dinamika pembangunan ekonomi di Provinsi Banten. "Dengan adanya Rumah Sakit Adhyaksa Banten, akan terbentuk pusat pertumbuhan baru di wilayah ini, didukung oleh berbagai infrastruktur yang mendukung," ungkapnya, sambil mendampingi Jaksa Agung, ST Burhanuddin, yang juga berperan dalam peresmian rumah sakit tersebut. Untuk memperkuat pengembangan kawasan ekonomi baru ini, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk melakukan perbaikan pada infrastruktur jalan yang menghubungkan area tersebut. Rencana pembangunan *exit toll* serta pelebaran jalan menuju rumah sakit juga segera akan dilaksanakan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat ke fasilitas kesehatan yang baru diresmikan. Di kesempatan tersebut, Al Muktabar menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pihak Kejaksaan Agung Republik Indonesia atas inisiatif mereka dalam mendirikan Rumah Sakit Adhyaksa Banten. Ia berharap keberadaan rumah sakit ini dapat dioptimalkan oleh masyarakat Kabupaten Serang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima. Dalam sambutannya, Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, menjelaskan bahwa Rumah Sakit Adhyaksa Banten dibangun di atas lahan seluas 15 hektare dan dikategorikan sebagai rumah sakit tipe B, yang berfungsi sebagai rumah sakit rujukan. Meskipun berstatus sebagai rumah sakit rujukan, Burhanuddin menegaskan bahwa RS Adhyaksa Banten tetap akan melayani masyarakat secara langsung, termasuk penerimaan pasien yang terdaftar dalam program *BPJS Kesehatan*. "Ini merupakan fasilitas yang cukup besar dan meski berstatus tipe B, kami berharap dapat memberikan layanan kepada masyarakat dengan pribadi," imbuhnya. Burhanuddin juga menuturkan bahwa tujuan utama dari pendirian RS Adhyaksa adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, bukan untuk mencari keuntungan personal. "Sembilan puluh lima persen dari tujuan operasional rumah sakit ini adalah pelayanan kesehatan, sementara lima persen sisanya berorientasi pada keadilan hukum," tegasnya. Sebagai penutup, Burhanuddin mengingatkan kepada seluruh staf dan pengelola bahwa pelayanan di Rumah Sakit Adhyaksa haruslah bersifat inklusif dan tidak menyulitkan masyarakat yang memerlukan perawatan medis. Dengan penguatan upaya ini, diharapkan RS Adhyaksa Banten dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat di Kabupaten Serang. ANTARA