**Borneonews - Jakarta**, Ketua DPR RI, Puan Maharani, dalam kunjungannya ke Papua Nugini baru-baru ini, menekankan pentingnya solidaritas di antara negara-negara Melanesia. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus membahas peluang kerja sama yang dapat dilakukan di masa depan.
Puan mengungkapkan bahwa sebagai negara tetangga Indonesia di bagian timur, pertemuan ini mencerminkan bahwa diplomasi Indonesia harus seimbang. Hal ini berarti tidak hanya fokus pada rivalitas dengan negara-negara besar lainnya, tetapi juga memberikan perhatian kepada negara-negara di sekitarnya, khususnya di kawasan timur.
Selama pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk saling memberikan dukungan serta menghormati kedaulatan masing-masing. Puan menyatakan bahwa isu kedaulatan yang telah dibahas dengan Papua Nugini perlu dibawa ke forum internasional, termasuk dalam agenda KTT Melanesian Spearhead Group (MSG) yang akan dilaksanakan pada November 2024.
Dia juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan antar masyarakat kedua negara. Menurutnya, hal ini bisa dilakukan melalui pertukaran kunjungan antar generasi muda serta meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan.
Puan Maharani menilai bahwa Indonesia dan Papua Nugini memiliki potensi besar sebagai kekuatan ekonomi di kawasan Pasifik. Oleh sebab itu, kerja sama antar-parlemen di antara kedua negara diyakini akan membawa dampak signifikan bagi kemakmuran wilayah tersebut. Jika kedua negara dapat berkolaborasi dengan baik, maka potensi yang dihasilkan akan sangat menguntungkan.
Dia juga mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir, terjadi peningkatan rata-rata 9,2 persen dalam nilai perdagangan antara Indonesia dan Papua Nugini. Karena itu, kelanjutan pembahasan mengenai *Preferential Trade Agreement* (PTA) menjadi sangat penting.
Mengakhiri pernyataannya, Puan menyampaikan bahwa saat ini adalah akhir periode kerja DPR RI yang sedang berlangsung. Dia menegaskan bahwa selama lima tahun terakhir, lembaga legislatif ini telah aktif dalam menjalankan diplomasi parlemen untuk mengatasi berbagai tantangan global dan memperjuangkan kepentingan Indonesia.
Dalam nota kerja sama (MoU) yang ditandatangani antara DPR RI dan Parlemen Papua Nugini, terdapat kesepakatan untuk saling mengunjungi antara pimpinan dan anggota parlemen dari kedua negara. Selain itu, juga disepakati untuk saling mendukung dalam forum parlemen internasional, serta meningkatkan kapasitas dan berbagi praktik terbaik dan pengalaman terkait fungsi legislatif, pengawasan anggaran, serta kerja sama antarsekretariat parlemen untuk mendukung fungsi legislatif masing-masing negara.
ANTARA
Solidaritas Melanesia Ditekankan dalam Pertemuan DPR dan Papua Nugini
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Komentar (0)
Memuat komentar…







