JAKARTA –
**Borneonews - Bandung**, Prangko non-fungible token (NFT) pertama di tanah air resmi diluncurkan pada perayaan Hari Bhakti Postel ke-79. Acara ini dihelat di Kantor Pusat PT Pos Indonesia yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat, pada hari Jumat. Peluncuran prangko NFT ini ditandai dengan penandatanganan Sampul Hari Pertama yang dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria. Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi oleh Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Jerry Mangasas Swandy dan Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi. Setelah acara, Nezar Patria menjelaskan bahwa peluncuran prangko NFT ini merupakan sebuah terobosan inovatif dari PT Pos Indonesia dalam memanfaatkan teknologi *blockchain*. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi digital di Indonesia. "Ini merupakan langkah awal PT Pos Indonesia untuk memasuki ranah ekonomi digital," ujar Nezar. Dia juga berharap peluncuran ini dapat menjadi momentum bagi PT Pos Indonesia untuk terus melakukan inovasi, seiring dengan perkembangan pesat industri yang kini sangat terpengaruh oleh teknologi digital. Dalam konteks yang sama, Faizal Rochmad Djoemadi menjelaskan bahwa prangko NFT ini tidak hanya berfungsi sebagai media pembayaran untuk pengiriman barang. Lebih dari itu, prangko ini juga dapat dijadikan barang koleksi. Fenomena prangko NFT sebagai barang koleksi sudah mulai diminati di banyak negara, dan Indonesia kini menjadi negara ketiga di Asia Tenggara yang meluncurkan prangko berbasis NFT, setelah Thailand dan Malaysia. Salah satu keunggulan prangko NFT yang dihadirkan oleh PT Pos Indonesia adalah aksesibilitasnya yang lebih mudah bagi para kolektor di seluruh dunia. Melalui penggunaan platform digital berbasis *blockchain*, prangko ini dapat diperdagangkan dan ditransfer secara digital, berbeda dengan prangko fisik yang memerlukan proses pengiriman yang lebih rumit dan panjang. "Untuk prangko fisik memang agak sulit didapatkan. Ketika prangko Indonesia dipesan oleh kolektor di Eropa atau Amerika, mereka harus menunggu pengiriman yang memakan waktu," kata Faizal. Lebih lanjut, Faizal menambahkan bahwa prangko NFT hadir dalam konsep 'twin', yang berarti tersedia dalam bentuk fisik dan digital. Saat ini, minat terhadap prangko NFT mulai terlihat di kalangan para filatelis, terutama kolektor yang ada di Indonesia. Meskipun peminat prangko NFT saat ini banyak didominasi oleh kolektor yang telah berpengalaman, mulai ada tanda-tanda ketertarikan dari kolektor baru. "Sebagian besar pembeli prangko NFT dalam batch pertama adalah kolektor lama. Namun, kami mulai melihat anak-anak muda yang penasaran. Mereka ingin memahami apa itu prangko NFT, kegunaannya, keunikan yang dimilikinya, serta alasan mengapa barang ini bisa menjadi koleksi dan mengalami peningkatan nilai," jelas Faizal. ANTARA