JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sastri Sunarti telah menguraikan pentingnya penelitian mengenai manuskrip, literatur, serta tradisi lisan untuk mendukung ilmu pengetahuan modern. Dalam sebuah diskusi daring yang berlangsung di Jakarta pada hari Jumat, Sastri menjelaskan bahwa riset dalam bidang tersebut bertujuan untuk menjembatani pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat Indonesia dengan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan kontemporer. Pendekatan ini diharapkan dapat menemukan keselarasan antara pengetahuan tradisional dan konsep ilmiah yang dapat diuji secara empiris, sehingga berkontribusi pada pelestarian kearifan lokal. Sastri menyampaikan, salah satu contoh yang relevan adalah konsep *etnoastronomi* yang berkembang di daerah Amfoang, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Peneliti berusaha untuk memverifikasi apakah pengetahuan tradisional yang ada di wilayah tersebut sejalan dengan temuan-temuan dalam ilmu pengetahuan modern saat ini. Dalam konteks ini, Sastri mencantumkan istilah *Noel Neno*, yang dalam pengertian astronomi Amfoang berarti "sungai di langit". Dalam terminologi astronomi modern, istilah tersebut merujuk kepada galaksi Bimasakti atau *Milky Way*. Selain itu, ada istilah *Maklafu Kotog* yang dipakai oleh masyarakat setempat untuk merujuk kepada rasi bintang Pleiades, yang menjadi indikator untuk menentukan waktu berpindahnya musim dari kemarau ke hujan. Sastri menjelaskan bahwa sebagian pengetahuan etnoastronomi tersebut cocok dengan pengetahuan modern, meskipun seringkali terdapat perbedaan dalam istilah dan aplikasinya. Sebagai contoh, masyarakat Amfoang menggunakan pengetahuan ini untuk menentukan waktu yang tepat dalam memanen madu hutan. Secara tradisional, mereka telah mengetahui bahwa saat bintang kejora mulai memudar - menjelang pagi - adalah waktu yang ideal untuk kegiatan tersebut. “Kita menemukan bahwa pada saat bintang kejora mulai redup, keberadaan lebah madu menjadi lebih tenang, sehingga ini adalah saat yang tepat untuk memanen," ungkap Sastri. Contoh ini menunjukkan bagaimana penelitian ini dapat memberikan sudut pandang baru terhadap pengetahuan yang ada. Melalui penelitian ini, pihak BRIN berkomitmen tidak hanya untuk menyebarkan hasil temuan kepada peneliti lainnya, tetapi juga kepada komunitas lokal dan masyarakat luas. Tujuannya adalah agar kebudayaan dan kearifan lokal yang ada dapat terus dilestarikan, serta memberikan manfaat yang nyata, termasuk keuntungan finansial bagi masyarakat setempat. ANTARA