PALU –
**Borneonews - Buol**, Pemerintah Kabupaten Buol di Sulawesi Tengah telah resmi menggandeng Organisasi Kesehatan Dunia (*World Health Organization* atau WHO) untuk melakukan evaluasi terhadap program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2024. Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Buol dalam memperkuat upaya pencegahan penyakit polio di wilayah mereka. Suondo D. Sanua, yang menjabat sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan di Sekretariat Daerah Buol, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam memastikan keberhasilan program imunisasi polio. Menurut Suondo, aktifitas partisipatif masyarakat menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan imunisasi di Kabupaten Buol. Ia juga mengungkapkan bahwa tim konsultan dari WHO, yang dipimpin oleh Palamandadige Harsha Suranga Fernando, telah melakukan kunjungan ke beberapa desa di wilayah tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program imunisasi polio secara langsung. Suondo mengonfirmasi bahwa sejauh ini, program PIN Polio dinilai berjalan dengan baik dan mendapatkan dukungan yang signifikan dari masyarakat setempat. Dalam penjelasannya, Suondo menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program imunisasi. Ia berharap agar semua tenaga kesehatan di daerah tersebut terus berupaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Sementara itu, Arianto Panambang, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Buol, menjelaskan bahwa seluruh puskesmas di Kabupaten Buol diharapkan dapat memaksimalkan usaha mereka dalam mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program imunisasi polio ini. Puskesmas Bokat, khususnya, ditunjuk sebagai komando untuk mengarahkan tim WHO ke lokasi-lokasi yang menjadi fokus evaluasi imunisasi. "Kunjungan dari WHO adalah sebuah berkah tersendiri bagi daerah ini, karena hal ini memastikan bahwa program pekan imunisasi nasional polio dilaksanakan secara merata," ungkap Arianto. Tim dari WHO melakukan evaluasi di beberapa desa seperti Poongan, Tayadun, Bongo, Doulan, Kantanan, dan Desa Negerilama. Saat ini, pencapaian layanan Pekan Imunisasi Nasional polio di Kabupaten Buol telah mencapai 90 persen dari target yang ditetapkan, yakni imunisasi terhadap 24.261 anak. Dari jumlah tersebut, 21.443 anak telah mendapatkan imunisasi, meninggalkan 2.818 anak yang belum terimunisasi. Cakupan dosis pertama vaksin polio di Kabupaten Buol telah mencapai angka 97 persen, sementara dosis kedua baru menyentuh 61 persen. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan capaian ini bisa terus meningkat. ANTARA