BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pembangunan pabrik baja di Kalimantan Tengah (Kalteng) tinggal menunggu perizinanya selesai. Demikian ditegaskan pengusaha lokal-nasional Abdul Rasyid. Kamis (11/8/2016).

"Jika besok izinya keluar, lusa kita akan bangun pabriknya," cetus Rasyid saat ditemui di Pangkalan Bun, Kamis (11/8/2016)

Pria yang dikenal sebagai pengusaha sukses sektor perkebunan sawit itu mengaku sudah menggandeng investor asal Tiongkok. Pertimbangan pembangunan pabrik baja lantaran potensi yang dimiliki Kalteng begitu besar.

Selain memiliki bahan baku yang memadai, Kalteng dinilai paling cocok utuk pembangunan pabrik baja. Kalteng juga memiliki pelabuhan sungai cukup dalam.

Saat ini, lanjut Rasyid, pihaknya tengah mengkaji di mana lokasi pabrik akan di bangun. Kawasan yang diperlukan untuk membangun pabrik minimal harus memiliki luasan sekitar 2.000 hektar dan memiliki pelabuhan dengan kedalaman air minimal 20 meter. Selain itu, kapasitas pelabuhan minimal harus dapat menampung 50 ribu ton lebih. 

"Kita juga perlu berada di dekat sungai air tawar. Jika tidak di Kobar, kemungkinan akan kita bangun di Kabupaten Sukamara atau Sampit," ujarnya.

Untuk pengolahan baja, lanjutnya, dalam pengolahan satu ton baja perlu sekitar tujuh ton air tawar. Bahan baku bijih besinya nanti dari Kalteng dan Australia. Tahap awal pihaknya akan memproduksi tiga juta ton baja.

Nilai ivestasi pembangunan pabrik baja sangat besar, pada tahap awal, dibutuhkan dana sekitar USD2-3 miliar atau setara Rp39 triliun. 

Dengan berdirinya pabrik baja, Kalteng akan mendapatkan nilai tambah (value added) antara lain dari sektor pajak, tenaga kerja, dan peluang pangsa pasar investasi sektor hilir lainnya.

Muaranya adalah kembali kepada masyarakat sekitarnya karena geliat ekonomi riil meningkat dan pertumbuhan ekonomi secara makro pun terdongkrak. Usaha ini adalah cara paling nyata untuk membangun Kalteng.

Sementara untuk sumber daya listrik, pelabuhan dan jalan operasional, Rasyid menyebutkan, pihak investor juga yang akan membangunnya. "Kami juga akan berinvestasi di kelistrikan dan pembangunan pelabuhan," jelas Rasyid.

Sebelumnya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran telah merekomendasikan Kumai (Kotawaringin Barat), Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, dan Sampit (Kotawaringin Timur) untuk pendirian pabrik baja itu.

"Saya rekomendasikan keempat daerah ini karena dekat dengan akses laut dan pelabuhan yang memang diperlukan oleh pabrik baja," kata Sugianto.

Pengusaha nasional Abdul Rasyid menjadi pelopor masuknya rencana investasi dari perusahaan yang bergerak di bidang baja dari China dan India. 

"Bahkan saya minta untuk tenaga kerjanya 60-70 persen harus tenaga kerja lokal dan mereka setuju. Sekarang tinggal survei di mana baiknya pabrik ini akan dibangun," tandas Sugianto.(FAHRUDDIN/m)