JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia telah merancang sepuluh program prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menanggulangi kemiskinan yang masih menjadi tantangan besar di negara ini. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas 2024 yang digelar di Balikpapan, Deputi II Baznas RI Imdadun Rahmat menjelaskan bahwa program-program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Ia merinci kesepuluh inisiatif yang direncanakan, yaitu Rumah Sehat Baznas (RSB), Baznas Microfinance, Kampung Zakat, Santripreneur, Beasiswa Baznas, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, serta program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting. Selain itu, terdapat pula program Baznas Tanggap Bencana (BTB) yang mendukung masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Imdadun menekankan bahwa program-program ini tidak hanya fokus pada pemberian bantuan material. Selain itu, Baznas berupaya untuk menciptakan pemberdayaan yang berkelanjutan dalam berbagai aspek seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Melalui penerapan teknologi dalam program-program ini, Baznas berharap dapat meningkatkan efisiensi dan memperluas jangkauan distribusi zakat kepada penerima yang berhak. Ia juga menegaskan pentingnya memastikan bahwa para penerima bantuan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya sekadar bertahan hidup, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara ekonomi, kesehatan yang baik, dan akses pendidikan yang memadai. "Dengan pendekatan ini, kami berupaya mengubah paradigma dari sekadar bertahan menjadi berdaya," jelasnya. Optimisme menyelimuti Baznas terkait efektifitas program-program ini dalam membantu pengentasan kemiskinan. Imdadun mengungkapkan harapan bahwa sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat melalui Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dapat mempercepat pencapaian tujuan tersebut. "Mari kita maksimalkan potensi zakat sebagai alat untuk menciptakan keadilan sosial,” ujarnya. Rakornas Baznas yang berlangsung selama tiga hari mulai 25 hingga 27 September 2024 ini dihadiri oleh 1.200 peserta yang berasal dari kalangan pimpinan Baznas se-Indonesia, meliputi pusat, 38 provinsi, dan 514 kabupaten/kota. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita," mencerminkan komitmen Baznas untuk memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang efektif. ANTARA