JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh nomor urut 3, Pramono Anung, menegaskan bahwa visi dan misi yang disampaikan oleh mantan Gubernur Anies Baswedan di media sosial, jika ia kembali maju dalam Pilkada DKI Jakarta, memiliki esensi yang serupa dengan yang diusulkannya. Pramono mengungkapkan pandangannya mengenai kesamaan tersebut di kediamannya yang terletak di Kemang, Jakarta Selatan. Ia mengatakan bahwa inti dari apa yang disampaikan oleh Anies sangat mirip, terutama dalam beberapa aspek tertentu. "Saya melihat apa yang disampaikan Pak Anies sebenarnya kurang lebih hampir sama dengan apa yang saya sampaikan dalam beberapa hal," ujar Pramono. Ia menambahkan bahwa semangat yang terkandung dalam pernyataan Anies juga cenderung sejalan dengan apa yang ia kemukakan. "Yang paling utama esensinya itu sama dengan yang saya sampaikan," lanjutnya. Dengan mencontohkan, Pramono menyatakan bahwa salah satu kesamaan dari visi dan misi mereka adalah konsep *work from everywhere*, yang berfokus pada kesetaraan dan pemberdayaan kelompok masyarakat kecil serta kaum miskin di perkotaan. Namun, Pramono juga mencatat adanya perbedaan antara visi dan misi mereka. Salah satunya adalah konsep Jakarta Fun yang diusung oleh Anies, yang dianggap lebih menekankan pada fokus penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi Jakarta sebelumnya, termasuk saat dipimpin oleh Gubernur Anies, Gubernur Ahok, Gubernur Foke, maupun Gubernur Sutiyoso. "Tapi secara prinsip spiritnya saya melihat sama," ungkap Pramono. Pramono juga mengungkapkan bahwa ia berencana untuk mengadakan pertemuan dengan Anies Baswedan. Kendati demikian, saat ini pihaknya masih menunggu momen yang tepat, mengingat Anies baru saja kembali dari Jepang. "Saya termasuk yang sudah mengagendakan untuk bertemu dengan Mas Anies. Dan memang jadwal Mas Anies ini urutannya setelah Pak Ahok," jelasnya. Pramono optimis bahwa pertemuan tersebut akan terjadwal dalam waktu dekat, mengingat Anies baru pulang dari luar negeri. "Ketika Mas Anies di Jepang juga sebenarnya ada komunikasi walaupun tidak secara langsung," penjelasannya mengisyaratkan pentingnya dialog antara keduanya. Sebelum ini, Anies Baswedan telah membagikan informasi mengenai visi, misi, dan program kerjanya yang dirancang untuk Pilkada Jakarta 2024. Meski ia tidak berhasil maju dalam pemilihan tersebut, Anies berbagi visi dan misi ini sebagai referensi bagi publik untuk menilai para calon yang ada. "Visi, misi dan program untuk Jakarta. Sejak awal memantapkan niat maju dalam Pilgub DKI, kami langsung bergerak menyusun visi, misi dan program untuk Jakarta," demikian bunyi pernyataannya di akun media sosial *X*. Anies menjelaskan bahwa terdapat dua divisi tim yang bekerja untuk Pilkada DKI Jakarta. Divisi pertama mengelola semua kegiatan kampanye, sementara divisi kedua memfokuskan pada pengembangan kebijakan. Menurut Anies, divisi kebijakan tersebut sudah aktif jauh sebelum memastikan keikutsertaannya dalam Pilkada. "Anggap saja sebagai pertanggungjawaban pada publik dan sebagai referensi tambahan dalam menimbang para paslon yang ada," tambahnya untuk menegaskan komitmennya. Divisi kebijakan tersebut terdiri dari tim pakar yang dipimpin oleh Prof Djohermansyah Djohan, dengan wakil ketua antara lain Prof Fasli Djalal, Prof Didin Damanhuri, dan Marco Kusumawijaya. Tim lain yang mengurus kebijakan bertugas untuk merangkum semua informasi tersebut menjadi dokumen terkoordinasi oleh Tom Lembong. ANTARA