SAMARINDA –
**Borneonews - Balikpapan**, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kini tengah memaksimalkan fungsi masjid sebagai pusat kesejahteraan masyarakat. Hal ini dilakukan melalui program BAZNAS *Microfinance* Masjid (BMM), yang diluncurkan untuk memberikan dukungan finansial kepada umat. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2024 yang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur, pimpinan BAZNAS RI bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyatakan bahwa program BMM bertujuan untuk menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam bentuk bantuan modal usaha. Program ini diharapkan dapat membantu para pengusaha, terutama penerima zakat yang merupakan jamaah masjid dengan skala usaha mikro hingga ultra mikro. Masjid ditetapkan sebagai mitra utama dalam implementasi program ini. Saidah menjelaskan bahwa BMM berfungsi sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang dikelola oleh Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM). Tujuan utama dari program ini adalah untuk memberdayakan jamaah yang memiliki usaha di sekitar masjid, terutama yang berskala kecil. Saidah menambahkan bahwa BMM termasuk dalam program prioritas nasional BAZNAS yang ditargetkan untuk berjalan pada 2025. Dengan hadirnya program ini, BAZNAS berupaya untuk menjaga jamaah dari situasi yang dapat menjerumuskan. Salah satu langkah konkrit yang diambil adalah dengan meluncurkan berbagai kegiatan yang bermanfaat dari masjid, termasuk di dalamnya program BMM. Pengembangan BMM juga diarahkan untuk membentuk koperasi syariah yang berbasis masjid, sebagai pusat pengembangan potensi sosial dan ekonomi umat. "Kami memiliki jaringan BAZNAS di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, sehingga program ini diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi umat," tambah Saidah. Saidah juga mengharapkan agar program ini dapat memberikan stimulus bagi perekonomian masyarakat, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar masjid. Dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan para penerima zakat atau *mustahik* dapat memperoleh pendapatan yang lebih stabil, dan bahkan berpotensi bertransformasi menjadi pemberi zakat di masa mendatang. Rakornas BAZNAS 2024 dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua BAZNAS RI Prof Noor Achmad, Wakil Ketua BAZNAS RI Mo Mahdum, serta pimpinan lainnya dari berbagai bidang dan provinsi. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari 25 hingga 27 September 2024, dengan diikuti oleh lebih dari 1.200 peserta yang berasal dari Pimpinan BAZNAS se-Indonesia. Tema yang diangkat dalam rakornas tersebut adalah "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita." ANTARA