BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga sekitar Bundaran Pramuka, Jalan Bhayangkara, Pangkalan Bun, mengeluhkan material bongkaran proyek renovasi taman Bundaran Pramuka yang ditumpuk di trotoar jalan. Hal itu mengganggu lalu lintas warga terutama pemilik rumah dan ruko di jalan itu.
"Saya tidak tahu ini proyek siapa? Sebab tidak ada plang proyeknya, tapi sepertinya Dinas PU (Pekerjaan Umum). Sampah bekas bongkaran bundaran ini seharusnya diangkut bukan ditumpuk di sini," kata Deni, warga Jalan Bhayangkara saat ditemui Borneonews, Kamis (11/8/2016).
Ia mengaku sudah berusaha maksimal dengan menghubungi sejumlah pihak terkait termasuk pekerja yang merenovasi bundaran tersebut. Namun permintaan warga agar sisa bongkaran material itu segera diangkut tidak kunjung dilakukan.
"Sudah berbagai cara saya lakukan termasuk berpesan pada pekerjanya agar diangkut. Tapi sampai sekarang rehabnya selesai, tidak diangkut juga dan masih ditumpuk di situ," keluh dia.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kobar Rawandi mengatakan proyek tersebut bukan tidak ada plangnya. Namun plang dipasang di lokasi lain, sebab dalam satu paket ada empat bundaran yang direhab.
Kemudian, kata Rawandi, soal material sisa bongkaran tersebut, akan dikoordinasikan dengan pengawas untuk menyampaikan kepada kontraktornya agar sampah material itu segera diangkut.
"Saya posisi di Palangka Raya, nanti akan saya sampaikan ke pengawasnya supaya segera ditangani (oleh kontraktor)," kata dia. (m)








