KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, PT Waskita Karya menginformasikan bahwa saat ini tingkat keterisian air di bendungan Temef, yang terletak di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), baru mencapai angka sekitar 22 persen dari total kapasitas penampungan air sebesar 44,9 juta meter kubik (*m³*). Project Manager bendungan Temef, Yudho Agasi, menjelaskan bahwa pengisian genangan air saat ini sedang berlangsung dan telah mencapai progres 22 persen. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks perkembangan terkini dari pembangunan bendungan yang kini telah mencapai tahap rampung 100 persen. Rencananya, bendungan ini akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Kunjungan kerja Kepala Negara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2024, di mana beliau akan mengunjungi beberapa lokasi di NTT. Salah satu tujuan yang direncanakan adalah Pulau Timor, di mana Presiden akan meninjau pembangunan berbagai infrastruktur, termasuk sistem penyediaan air dan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Yudho menambahkan bahwa proses pengisian genangan air akan terus dilakukan guna memastikan bahwa bendungan dapat menampung air sesuai dengan kapasitas yang telah ditentukan. "Saat ini, yang tengah dikerjakan adalah persiapan untuk peresmian bendungan, yang mencakup kegiatan penghijauan, penataan taman, dan penyelesaian beberapa kegiatan lainnya," ungkapnya. Bendungan Temef sendiri merupakan satu dari tujuh bendungan yang menjadi bagian dari program pemerintah untuk menjaga ketersediaan air di NTT, terutama di tengah musim kemarau yang berkepanjangan. Selain itu, bendungan ini juga dikenal sebagai bendungan terbesar di provinsi yang berbasis kepulauan ini, dengan panjang mencapai 550 meter dan tinggi 55 meter. Bendungan tersebut memiliki area seluas 45 hektare, dirancang untuk menampung air hingga 44,9 juta meter kubik, mendukung kebutuhan air di wilayah tersebut. ANTARA