MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jayadi Nas, baru-baru ini memimpin sebuah rapat koordinasi yang bertujuan untuk memperkuat usaha kolektif dalam menurunkan angka stunting di daerah tersebut. Rapat tersebut diadakan untuk memberikan dorongan lebih lanjut terhadap koordinasi dan kolaborasi antar berbagai pihak dalam mencapai target yang diharapkan. Dalam penjelasannya, Jayadi menyatakan bahwa rapat ini ditujukan untuk mengevaluasi secara komprehensif kondisi penanganan stunting yang ada di Luwu Timur. Ia menekankan pentingnya memperhatikan setiap aspek yang menjadi faktor dalam upaya ini, termasuk informasi terkait *input*, *output*, dan *outcome* yang telah dicapai. Salah satu fokus utama dalam rapat tersebut adalah pemberian makanan tambahan untuk balita. Jayadi meminta agar pemantauan terhadap berat badan balita dilakukan secara berkala setelah mereka menerima bantuan makanan tambahan di Posyandu. Ini bertujuan untuk memastikan efektivitas program tersebut. Lebih lanjut, Bupati meminta agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki anggaran terkait penanganan stunting dapat menyampaikan laporan yang jelas mengenai sumber dana, penggunaan anggaran, dan sasaran program yang telah ditetapkan. Hal ini penting agar transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran tetap terjaga. Jayadi juga menegaskan perlunya pengalihan anggaran yang dialokasikan khusus untuk penanganan stunting tidak digunakan untuk mendanai pelatihan-pelatihan di luar fokus pemenuhan gizi bagi anak-anak dan remaja. Korupsi sumber daya dalam bentuk ini dapat merugikan upaya pencegahan stunting. Sebagai upaya untuk memperbaiki situasi secara langsung, Jayadi berkomitmen untuk mengunjungi setiap kecamatan setiap minggu. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung penanganan stunting, terutama dalam hal pengumpulan data di Posyandu terkait penimbangan berat badan bayi, serta distribusi makanan tambahan dan suplemen vitamin untuk remaja. Ia juga meminta nomor handphone-nya dimasukkan ke grup *WhatsApp* kepala Puskesmas di seluruh Luwu Timur agar ia dapat mendapatkan informasi terlebih dahulu mengenai kemajuan pelaksanaan program penanganan stunting di tiap puskesmas. Bupati Jayadi Nas menekankan pentingnya kerjasama dari semua elemen masyarakat dalam menghadapi masalah stunting. Ia percaya bahwa upaya bersama ini akan berdampak positif bagi anak-anak generasi muda Indonesia, yang diharapkan dapat tumbuh dengan sehat dan cerdas di masa depan. ANTARA