**Borneonews - Cirebon**, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) di Cirebon, Jawa Barat, telah meluncurkan layanan pengecekan uang tunai yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam mengidentifikasi keaslian uang. Layanan ini tersedia baik secara langsung di kantor maupun melalui program penukaran uang keliling.
Kepala Seksi Unit Pengelolaan Uang Rupiah di KPw BI Cirebon, Damianus Deny Kristianto, menyatakan bahwa inisiatif ini dihadirkan untuk membantu masyarakat yang merasa ragu tentang keaslian uang yang mereka terima. Selain itu, hal ini juga merupakan langkah preventif untuk mencegah peredaran uang palsu di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (yang dikenal sebagai Ciayumajakuning).
Jika masyarakat mendapati uang yang diragukan keasliannya, mereka bisa memeriksakannya di lokasi layanan keliling kami atau mengunjungi kantor BI yang terdekat, ungkap Damianus dalam pernyataannya di Cirebon. Dia menekankan pentingnya layanan keliling yang dirancang untuk menjangkau daerah-daerah terpencil, sehingga masyarakat lebih mudah melakukan pemeriksaan terhadap uang yang mereka miliki.
Apabila uang yang diperiksa dianggap asli, pihak BI akan langsung menukarnya dengan uang baru. Namun, jika ternyata terbukti palsu, uang itu akan disita untuk mencegah penyebarannya di masyarakat. Selain itu, BI juga menyediakan layanan pengecekan di berbagai acara penukaran uang yang diselenggarakan di lokasi-lokasi seperti pasar tradisional maupun pusat keramaian lainnya. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko peredaran uang palsu, terutama di kawasan yang jauh dari pusat perbelanjaan kota.
Dengan tersedianya layanan ini, kami berupaya untuk melindungi masyarakat dari kerugian yang disebabkan oleh peredaran uang palsu, tambahnya. Damianus juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan uang yang diduga palsu. Pelaporan dapat dilakukan di kantor BI atau melalui bank lain untuk klarifikasi lebih lanjut.
Disarankan agar masyarakat tidak menghabiskan uang palsu yang mereka terima. Segera laporkan pada kami atau bank terdekat agar kami dapat melakukan pemeriksaan keaslian, tegas Damianus.
Sebagai langkah proaktif dalam pencegahan, BI Cirebon juga melakukan sosialisasi mengenai ciri-ciri uang asli untuk berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil yang sering kali menjadi sasaran peredaran uang tidak sah. Kami harap, dengan adanya sosialisasi dan layanan keliling ini, masyarakat dapat lebih memahami dan waspada terhadap peredaran uang palsu, sehingga mereka bisa melindungi diri dari potensi kerugian, ujarnya.
Lebih lanjut, BI Cirebon telah menjalin kerja sama dengan kepolisian untuk menindak para pelaku yang terlibat dalam pencetakan atau peredaran uang palsu di daerah Ciayumajakuning. Damianus juga mengungkapkan bahwa baru-baru ini terdapat dua kasus pengungkapan uang palsu di Cirebon dan Majalengka.
Sebagai bentuk apresiasi, kami mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang telah berkolaborasi dengan BI dalam mengungkap jaringan peredaran uang palsu, jelasnya.
Sebelumnya, pada Kamis (19/9), Polres Majalengka berhasil mengungkap praktik pembuatan dan peredaran uang palsu lintas daerah bernilai total Rp2,5 miliar, dengan melibatkan empat tersangka yang memiliki inisial WM, MN, AS, dan DS. Sementara itu, di Kabupaten Cirebon, Polresta Cirebon menangkap dua pelaku berinisial AT dan SA yang tertangkap tangan menggunakan tiga lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu untuk membeli bahan bakar minyak di Kecamatan Plumbon pada Minggu (22/9).
ANTARA
Layanan Pengecekan Uang Tunai di Cirebon Cegah Uang Palsu
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Komentar (0)
Memuat komentar…







