JAKARTA –
**Borneonews - Beirut**, Gerakan Hizbullah di Lebanon mengonfirmasi pada hari Jumat bahwa Komandan Angkatan Udara mereka, Muhammad Srour, telah gugur akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Israel di Beirut baru-baru ini. Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Hizbullah, organisasi ini menyampaikan rasa duka cita atas kehilangan yang dialami, dengan menyebutkan nama lengkapnya, Muhammad Hussein Srour, yang juga dikenal dengan nama panggilan Hajj Abu Saleh. Menurut laporan Pusat Darurat Lebanon, insiden serangan tersebut menewaskan dua orang dan menyebabkan lima lainnya mengalami luka-luka. Hal ini menunjukkan dampak signifikan dari serangan yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Israel (IDF), yang juga telah mengonfirmasi kematian Srour sebagai bagian dari operasi mereka di kawasan tersebut. Muhammad Srour adalah sosok yang telah menjadi bagian dari Hizbullah sejak usia 13 tahun, tepatnya pada tahun 1986. Seiring berjalannya waktu, ia berhasil mendaki tangga hierarki organisasi dan mencapai posisi kepemimpinan yang tinggi di dalam struktur perlawanan. Srour dikenal sebagai salah satu komandan yang terlibat dalam operasi militer melawan Israel dan memiliki peran penting dalam pertempuran melawan kelompok-kelompok yang dianggap teroris di perbatasan Suriah-Lebanon. Keberadaan dan komitmennya dalam berbagai misi telah membuatnya menjadi figur yang dihormati di kalangan anggota Hizbullah. Dengan kehilangan ini, Hizbullah menghadapi tantangan baru dalam menghadapi konflik yang terus berlanjut di daerah tersebut. ANTARA