MEDAN –
**Borneonews - Medan**, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan kepada masyarakat mengenai adanya kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa daerah di Sumatera Utara. Potensi hujan ini diperkirakan dapat menyebabkan terjadinya banjir di wilayah-wilayah tertentu. Christin, seorang prakirawan dari BMKG Wilayah I Medan, menyatakan bahwa cuaca yang tidak menentu ini dapat terjadi di berbagai lokasi, termasuk di wilayah pantai timur, lereng timur, pegunungan, lereng barat, serta di kawasan pantai barat Sumatera Utara. Ia mengingatkan agar semua pihak tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lebat yang disertai dengan *petir* dan angin kencang. Hujan lebat yang berlangsung demikian dapat berpotensi menjadi penyebab bencana seperti banjir, longsor, serta berbagai jenis bencana hidrometeorologis lainnya. Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan untuk memperhatikan dan mengikuti perkembangan cuaca secara berkala. Menjelang Sabtu, 28 September, prakiraan cuaca menunjukkan bahwa pagi hari di Sumatera Utara akan didominasi oleh kondisi berawan, dengan adanya potensi hujan ringan. Namun, pada siang dan sore hari, masyarakat diharapkan bersiap-siap menghadapi kemungkinan hujan ringan hingga lebat yang bisa disertai *petir*. Wilayah yang diidentifikasi berisiko mengalami hujan lebat adalah Dairi, Deli Serdang, Humbahas, Karo, Binjai, Medan, Padang Sidempuan, Langkat, Madina, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Padang Lawas, Pakpak Bharat, Samosir, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, serta daerah sekitar. Pada malam hari, diperkirakan langit akan berawan dengan potensi hujan yang bervariasi dari ringan hingga lebat, disertai *petir* di seluruh wilayah Sumatera Utara. Selanjutnya, untuk dini hari, kondisi berawan juga akan berlangsung dengan potensi hujan ringan hingga lebat yang disertai *petir*, khususnya di kawasan Labuhanbatu, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi cuaca secara berkala guna mengantisipasi dampak buruk dari perubahan kondisi cuaca. ANTARA