**Borneonews - Jakarta**, PT MRT Jakarta (Perseroda) berencana untuk memindahkan kembali Tugu Jam Thamrin ke lokasi asalnya yang terletak di perempatan antara Jalan MH Thamrin dan Jalan Kebon Sirih pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari pembangunan jalur MRT Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI dengan Kota.
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Weni Maulina, menyampaikan bahwa rencana pemindahan ini ditargetkan terlaksana pada tahun 2026. Ia mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah diskusi bertema "Jakarta dari Bawah Tanah" yang berlangsung di Bentara Budaya Jakarta.
Saat ini, Tugu Jam Thamrin masih disimpan di lokasi sementara yang terletak di area Silang Barat Daya Monas. Menejemen MRT Jakarta memastikan bahwa tugu jam yang ikonik ini akan dikembalikan ke tempat asalnya dan akan terhubung dengan struktur stasiun Thamrin yang sedang dibangun.
Pemindahan Tugu Jam Thamrin merupakan upaya yang dilakukan pada bulan Desember tahun 2021. Proses pemindahan ini dilakukan secara hati-hati dan teliti, mengingat tugu tersebut sudah berusia lebih dari lima dekade, dibangun pada tahun 1969, dan menjadi simbol penting bagi Pemerintah DKI Jakarta.
Weni menambahkan, pemindahan ini tidak dilakukan dengan sembarangan. Mereka mengikuti prosedur yang telah disetujui oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, di mana setiap bagian dari tugu diangkat satu per satu dengan perhatian khusus.
Selama proses pembangunan fase pertama (Lebak Bulus-Bundaran HI) dan fase 2A, sejumlah objek cagar budaya, seperti Tugu Jam Thamrin, telah teridentifikasi. Selain tugu tersebut, juga ditemukan objek arkeologis lain seperti Jembatan Glodok, saluran pipa air kuno Batavia yang terbuat dari terakota, rel trem Batavia, cerucuk kayu, dan artefak lainnya.
Metode penanganan terhadap objek-objek tersebut selalu diatur dengan koordinasi bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Dinas Kebudayaan, serta ahli arkeologi yang mengacu pada UU No 10 Tahun 2011 mengenai Cagar Budaya.
Proyek MRT fase 2A yang memiliki panjang 5,8 kilometer dibagi menjadi dua segmen. Segmen pertama, dari Bundaran HI ke Harmoni, diharapkan selesai pada tahun 2027, sementara segmen kedua, dari Harmoni ke Kota, ditargetkan rampung pada tahun 2029.
Pembangunan fase 2A MRT Jakarta ini membutuhkan dana sekitar Rp22,5 triliun yang berasal dari pinjaman dalam bentuk kerja sama dengan pemerintah Jepang. Di sisi lain, fase 2B MRT Jakarta yang menghubungkan Kota sampai Depo Ancol Barat masih berada dalam tahap studi kelayakan (*feasibility study*).
ANTARA
Pemindahan Tugu Jam Thamrin ke Lokasi Asli Dijadwalkan 2026
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







