SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Surabaya, Restu Novi Widiani, telah mengemukakan rencana kerjanya untuk periode 60 hari ke depan setelah dilantik oleh Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa tujuan utama dari rencana kerja ini adalah untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan kepala dinas dan camat. Hal ini diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan tugas-tugasnya sebagai Pjs Wali Kota. Dalam 60 hari masa kerjanya, Restu telah menyiapkan berbagai program yang akan dijalankan. Salah satu fokus utama adalah memastikan bahwa kegiatan di bidang pariwisata dan seremonial dapat berjalan dengan baik. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menggerakkan ekonomi di Surabaya, terutama di tengah masa kampanye politik. Selain itu, Pjs Wali Kota juga berencana melakukan pengawasan terhadap beberapa proyek infrastruktur yang sedang berlangsung. Proyek penting tersebut meliputi pembangunan Terowongan Joyoboyo-Kebun Binatang Surabaya dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Surabaya Timur. Tujuan pengawasan ini adalah untuk memastikan bahwa setiap proyek dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Selanjutnya, Restu menyampaikan bahwa ia akan melaksanakan kegiatan menyapa di 31 kecamatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses perekaman pemilih pemula dapat tuntas. Selain itu, ia juga ingin mengoptimalkan layanan administrasi kependudukan bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Koordinasi terkait kesiapan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serta menjaga agar pelayanan publik berjalan dengan baik juga menjadi prioritas dalam agenda ini. Dalam upaya mencapai target pendapatan dan belanja anggaran, Restu meminta kepada para asisten untuk turut serta dalam mengawal percepatan realisasi. Hal ini diharapkan dapat membantu mewujudkan pencapaian sesuai dengan yang telah ditetapkan sebelumnya. Restu juga berkomitmen untuk menginventarisir berbagai hambatan yang mungkin dihadapi oleh program-program prioritas di Surabaya. Langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap program yang direncanakan dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya, Pjs Wali Kota berencana untuk merekap penghargaan yang diterima oleh instansi, baik yang masih dalam proses penilaian maupun yang menunggu pengumuman pemenang. Menurutnya, penghargaan untuk Kota Surabaya perlu diupayakan agar menjadi bentuk apresiasi bagi masyarakat Surabaya. Restu juga menekankan pentingnya mitigasi bencana di daerah-daerah yang rawan genangan. Ia berkeinginan untuk melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan agar kejadian ini bisa diminimalisir. Akhirnya, Pjs Wali Kota berencana untuk mengagendakan pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Forkopimda Surabaya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya. Rapat ini dimaksudkan untuk menjalin sinergitas dalam pembangunan Kota Surabaya serta menjamin kelancaran pelaksanaan Pilkada. ANTARA