**Borneonews - Gorontalo**, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo baru-baru ini menggelar sebuah pertemuan lintas sektor di Kota Gorontalo. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah intervensi yang diperlukan dalam menangani masalah kesehatan ibu dan anak serta isu gizi masyarakat yang masih menjadi perhatian utama di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menjelaskan pentingnya pertemuan ini sebagai respons atas tantangan yang dihadapi dalam pengentasan masalah kesehatan ibu dan anak serta gizi masyarakat. Kegiatan tersebut melibatkan beragam sektor, termasuk Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Anang menekankan bahwa kolaborasi antar-sektor sangatlah penting dalam mengatasi masalah kesehatan, terutama dalam usaha menurunkan angka kematian ibu saat melahirkan, kematian bayi, serta prevalensi gizi buruk yang masih tercatat cukup tinggi di beberapa daerah di Gorontalo.
Salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan ini adalah tingginya prevalensi *stunting*, yaitu kelambatan pertumbuhan anak di bawah usia lima tahun, yang masih berada di atas rata-rata nasional. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang memadai dalam waktu yang lama, khususnya pada masa penting pertumbuhan anak, yakni dalam 1.000 hari pertama kehidupan.
Demi menanggulangi *stunting*, Anang menegaskan perlunya intervensi yang terintegrasi dari berbagai pihak. Ini mencakup usaha dari sektor kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu langkah yang sangat penting adalah peningkatan edukasi gizi yang ditujukan kepada ibu hamil dan anggota keluarga lainnya.
Selain isu *stunting*, pertemuan ini juga turut mengangkat masalah anemia yang sering dialami oleh ibu hamil di wilayah Gorontalo. Anemia ini dapat berpotensi menimbulkan komplikasi saat persalinan dan memengaruhi kesehatan bayi yang dilahirkan.
Pihak Bappeda Provinsi Gorontalo, melalui Pejabat Perencana Ahli Muda Alki Naway, menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan harus berfokus pada kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, keberhasilan dalam mengatasi malnutrisi dan meningkatkan kesehatan ibu serta anak sangat bergantung pada sinergi yang baik antar sektor.
Alki Naway menjelaskan, "Kolaborasi ini seharusnya lebih dari sekadar pertemuan. Kami perlu adanya implementasi nyata di lapangan. Penyuluhan kesehatan, dukungan infrastruktur, dan ketersediaan layanan kesehatan yang merata di seluruh wilayah mesti menjadi prioritas yang didukung bersama."
Dengan harapan, pertemuan lintas sektor ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk meningkatkan kondisi kesehatan ibu dan anak di Gorontalo. Momen ini juga dijadikan langkah awal dalam mengidentifikasi tantangan yang dihadapi serta menemukan solusi yang dapat segera diterapkan secara efektif.
Anang menutup pertemuan dengan optimisme, menyatakan bahwa melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, diharapkan masalah kesehatan ibu dan anak serta isu gizi buruk dapat secara bertahap teratasi. Hal ini diharapkan mampu membawa Provinsi Gorontalo ke arah peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.
ANTARA
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Atasi Kesehatan Ibu dan Anak Gorontalo
Bagikan:

GORONTALO –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







