BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman secara simbolis melepas program mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia melakukan magang di lokasi food estat, Dadahup, Kabupaten Kapuas, Jumat 27 September 2024.
Para mahasiswa jurusan pertanian ini akan magang selama 6 bulan di Dadahup atau satu periode masa tanam padi. Selama magang itu mereka praktek menjadi petani, mulai membuat lahan, menanam, memupuk hingga memanen.
Mentan mengatakan dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk kedaulan pangan ini pihak Kementerian Pertanian merekrut 3.000 mahasiswa untuk disebar di lokasi food estate dan khusus di Dadahup ada 300 mahasiswa.
Mahasiswa magang ini dibagi per kelompok. Satu kelompok terdiri dari 20 mahasiswa. Satu kelompok menggara lahan 200 hektare untuk dikelola secara mandiri atau bekerja sama dengan para petani.
Dia menuturkan dalam program magang ini mahasiswa disuruh bekerja. Alat pertanian sudah disediakan, termasuk bibit, pupuk, dan lainnya, sementara potensi penghasilan mereka antara 10-30 juta.
Mentan menegaskan program ini dilakukan untuk mewujudkan supaya Indonesia bisa swasembada beras, sehingga Indonesia tidak lagi impor beras.
Dia menargetkan dalam waktu tiga tahun ke depan Indonesia sudah bisa swasembada beras, sementara anggaran yang dialokasikan untuk program food estate saja sekitar Rp7 triliun.
Anggaran sebesar itu fokus untuk membiayai program food estate di Merauke, Kalsel, Sumsel, Kalbar, dan Kalteng, (ROKIM/R)









