BORNEONEWS, Bartim - Badan Pertanahan Nasional Barito Timur (BPN Bartim) telah menyelesaikan 700 serifikat dalam program Prona. Seluruh sertifikat tersebut telah diserahkan kepada masyarakat desa yang telah ditargetkan dalam program kegiatan dimaksud. Lahan prona yang telah diselesaikan tahun ini yakni program prona untuk lahan rumah dan perkarangan.

"Kecuali Desa Kandris dan Janah Mansiwui yang akan dilakukan penyerahan dalam waktu dekat," ungkap Kepala BPN Bartim, Jhonsen Ginting melalui Kasubag TU Nasarudin belum lama ini kepada awak media.

Sedangkan dua program lainnya yang meliputi redis tanah pertanian sebanyak 800 bidang dan usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) sebanyak 100 bidang.

"Sekarang kedua program dimaksud  sedang berjalan dan dalam proses pengumpulan data penyuluhan, pengumpulan data, pengukuran, dan pembuatan sertifikat,"ujarnya.

Namun, kendala yang ditemui di lapangan yakni, masih ada ketidaksiapan pihak desa menyediakan surat keterangan kepemilikan tanah atau lahan dalam bentuk surat keterangan tanah (SKT) serta belum dibayarkan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB).

" Semua itu merupakan prasyarat sebelum dibuatnya peningkatan surat hak kepemilikan tanah (SHM) atau sertifikat," terangnya.

Ia menyampaikan, untuk memperlancar proses administrasi tersebut diharapkan  masyarakat menyiapkan kelengkapan berkas persyaratan dimaksud sebelum ditingkatkan lahan pekarangan atau perkebunannya dari SKT menjadi sertifikat.  "Oleh karenanya parsyarat tersebut agar diperhatikan semua pihak sebagai wujud dukungan dan kerjasama yang baik dalam memudahkan dan memacu berjalannya program selesai sesuai target." (Amar Iswani/N).