SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Minimnya jumlah guru untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dan Bahasa Inggris di beberapa Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menjadi perhatian.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotim, SP Lumban Gaol mengungkapkan bahwa harus ada langkah serius dari Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk mengatasi minimnya jumlah guru untuk kedua mata pelajaran tersebut.

"Ini seharusnya menjadi tanggung jawab dari Disdik untuk memperjuangkan ke pemerintah pusat supaya posisi-posisi yang kekurangan ini bisa diprioritaskan pada saat rekrutmen pegawai kedepannya," kata SP Lumban Gaol, Jumat, 27 September 2024.

Politisi Partai Demokrat ini pun menjelaskan, prioritas tersebut bisa dilakukan pada saat dilaksanakannya penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lingkungan kerja Pemkab Kotim.

Terlebih lagi, mata pelajaran Bahasa Inggris saat ini sudah wajib ada mulai jenjang SD. Hal ini tentu bertolak belakang dengan jumlah sebaran guru yang masih belum merata di setiap satuan pendidikan di Kotim.

"Saya rasa perekrutan tenaga kontrak untuk mengisi kekurangan dua mata pelajaran tersebut bukan solusi yang tepat. Apalagi pemerintah pusat sudah menyampaikan bahwa tenaga kontrak kedepannya sudah tidak ada lagi," ucapnya.

Gaol menilai, jika perekrutan tenaga kontrak tersebut hanya untuk menjawab kekurangan jumlah guru di setiap satuan pendidikan, maka sampai kapanpun masalah ini tidak akan pernah selesai.

Menurut Gaol, pemerintah daerah seharusnya bisa lebih peka terhadap kondisi di lapangan, apa yang menjadi kebutuhan tentunya harus diprioritaskan. Misalnya saja, formasi yang memang menjadi kekurangan agar lebih diprioritaskan daripada formasi lainnya.

"Menurut saya kadang pemerintah daerah kita ini keseriusan untuk menjawab apa yang menjadi tuntutan di masyarakat itu kurang serius, kalau memang benar mereka bilang itu sebagai prioritas, maka formasi itulah yang dibuka lebih penting. Kalau perlu informasi lain jangan dibuka dulu," tutup Gaol.   (Ari)