BANDUNG –
**Borneonews - Bandung**, Persib Bandung mengimbau korban berinisial S yang mengalami pelecehan verbal oleh oknum petugas keamanan (*steward*) pada laga melawan Port FC pada tanggal 19 September lalu untuk segera melapor ke pihak kepolisian. Vice President Operational PT Persib Bandung Bermartabat, Andang Ruhiat, menyatakan dukungan penuh untuk langkah hukum yang akan diambil oleh S dan kuasa hukumnya. "Persib siap membantu dan memfasilitasi segala tindakan hukum yang diperlukan," ungkap Andang dalam pernyataan resminya di Bandung, Jawa Barat. Andang juga menjelaskan, pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan korban yang diwakili oleh keluarga serta kuasa hukumnya, juga dengan *steward* yang bertugas saat insiden tersebut. "Pertemuan ini bertujuan untuk mendengar penjelasan detail dari S mengenai pelecehan yang dialaminya," jelasnya. Dalam pertemuan tersebut, *steward* membantah semua tuduhan yang ditujukan kepadanya, melalui pernyataan resmi yang ditandatangani di atas meterai. Keterangan dari keluarga S dan tim kuasa hukumnya diketahui berbeda dengan pernyataan yang disampaikan oleh *steward*. Menyikapi perbedaan ini, Andang mendorong korban untuk menempuh jalur hukum terkait masalah yang sedang terjadi. "Jika memang ada tindakan pelecehan yang dilakukan oleh oknum *steward*, kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan dan mendukung korban mendapatkan keadilan," tambahnya. Persib menekankan komitmennya untuk terus membuka komunikasi dan berupaya mencari kebenaran dari situasi ini. Harapan besar mereka ialah setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan cara yang baik dan memuaskan bagi semua pihak. Sebelumnya, juga terjadi kericuhan antara suporter dan *steward* usai pertandingan melawan Persija Jakarta, yang disebabkan oleh insiden pada laga melawan Port FC. Dalam pertemuan tersebut, terdapat dugaan adanya tindakan kekerasan baik fisik maupun verbal dari sejumlah oknum *steward* terhadap suporter. Persib juga mengeluarkan permintaan maaf atas gangguan keamanan yang terjadi akibat aksi oknum suporter kepada penonton lainnya yang tetap tertib saat pertandingan melawan Persija Jakarta pada 23 September 2024. "Kami sekali lagi meminta maaf atas adanya gangguan yang ditimbulkan oleh oknum-oknum tertentu kepada seluruh penonton yang berperilaku baik dan tidak melakukan tindakan kekerasan saat laga," tutupnya. ANTARA