MANOKWARI –
**Borneonews - Sorong**, Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) baru saja menggagas pembentukan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKTP) di Papua Barat Daya. Langkah ini diambil sebagai upaya proaktif untuk menangkal penyebaran paham radikal dan terorisme yang dapat mengancam ketentraman di provinsi yang merupakan yang ke-38 di Indonesia. Direktur Pencegahan BNPT, Prof. Irfan Idris, menyampaikan di Sorong pada hari Jumat, pentingnya pemahaman yang matang dalam ilmu keagamaan untuk mencegah radikalisasi di masyarakat. Menurutnya, paham terorisme sering kali merasuki pikiran masyarakat yang belum sepenuhnya memahami ajaran agama. Hal ini dapat menimbulkan sikap saling curiga, tidak menghargai, bahkan kebencian yang berujung pada aksi yang merugikan orang lain. Irfan Idris menegaskan bahwa radikalisasi dan terorisme tidak mengenal batasan agama atau etnis tertentu. Fenomena ini bisa terjadi di kalangan mana pun. Di Indonesia, misalnya, meskipun mayoritas penduduknya adalah Muslim, pelaku teror tidak selalu mencerminkan mayoritas tersebut. Ia juga membandingkan situasi ini dengan negara lain, seperti India dan Amerika Serikat, di mana kelompok pelaku kejahatan terorisme juga berasal dari latar belakang mayoritas di masing-masing negara. Pembentukan FKTP diharapkan tidak hanya menjadi pusat koordinasi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi untuk masyarakat. Dengan keberadaan forum ini, diharapkan bisa ada langkah konkret untuk mencegah penyebaran paham radikal di Papua Barat Daya, serta mendidik generasi muda agar tidak mudah terpapar ideologi yang merusak. Dalam rangka persiapan pembentukan FKTP, BNPT melaksanakan rapat pra-tinjau di Kota Sorong dari tanggal 24 hingga 27 September 2024. Acara tersebut melibatkan pemerintah daerah dan tokoh-tokoh masyarakat setempat untuk memberikan masukan dan dukungan terhadap inisiatif ini. Kepala Badan Kesbangpol Papua Barat Daya, Sellvyana Sangkek, menyatakan apresiasinya terhadap langkah BNPT yang menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya mencegah terjadinya radikalisasi. Ia berharap FKTP yang dibentuk akan memberikan kontribusi signifikan dan peran aktif bagi masyarakat dalam menangkal paham-paham yang dapat merugikan dan memecah belah. ANTARA