BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Darmawati mengaku prihatin dengan pendapatan para nelayan yang menurun jauh, akibat cuaca ekstrem melanda daerah itu.
"Cuaca yang tidak menentu dan gelombang tinggi membuat nelayan kita di Pantai Ujung Pandaran memilih untuk tidak melaut," kata dia, Kamis (11/8/2016).
Akibat kendala cuaca ekstrem itu, pendapatan para nelayan pun menurun sehingga cukup sulit memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kami juga prihatin dengan para nelayan yang tidak bisa melaut, tetapi dengan cuaca ekstrim yang terjadi beberapa bulan terakhir ini, kami mendukung nelayan tidak melaut dulu demi keselamatan mereka,” ujar dia.
Politisi Partai Golkar itupun meminta pemerintah daerah memperhatikan kehidupan nelayan, agar tingkat pendapatan mereka tetap bisa stabil saat musim gelombang laut tinggi seperti saat ini.
Selain itu di juga mengusulkan agar kedepan nelayan di daerah ini diberikan bantuan kapal berukuran besar untuk melaut. Sebab, saat ini mayoritas nelayan hanya memiliki perahu berukuran kecil sehingga sangat tergantung cuaca dan ketinggian gelombang saat akan melaut.
“Kasihan nelayan karena tidakmemiliki kapal besar, sangat rawan jika berada di tengah lautan yang cuacanya tidak dapat diprediksi,” ucap dia.
Menurut Darmawati, dengan kondisi cuaca yang ekstrim dalam beberapa bulan terakhir nelayan terkadang hanya melaut seminggu sekali. Dan jika melaut satu hari para nelayan tidak bisa banyak mengumpulkan ikan.
“Persoalan kesulitan nelayan melaut ini merupakan masalah klasik, tetapi sepertinya para nelayan minim perhatian. Karena itu kami meminta pemkab memperhatikan nasib mereka (nelayan),” tandas dia. (RIFQI/m)








