BANTEN –
**Borneonews - Tangerang**, Penderita penyakit jantung disarankan untuk mengambil pendekatan olahraga yang lebih santai, seperti berjalan kaki atau bersepeda. Jenis olahraga ini dianggap lebih baik karena memungkinkan mereka untuk mengatur energi yang dikeluarkan dengan lebih baik. Menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Eka Hospital Cibubur, Zakky Hazami, berolahraga dengan intensitas tinggi seperti bermain sepak bola bisa berisiko bagi penderita jantung. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan mereka tidak bisa mengukur dan mengontrol kekuatan yang diperlukan, yang berpotensi menyebabkan jantung berada dalam keadaan tidak terkontrol. Saat ini, jalan santai menjadi salah satu kegiatan olahraga yang semakin populer di kalangan masyarakat umum. Kegiatan ini sangat dianjurkan bagi mereka yang menderita masalah jantung, karena memiliki manfaat positif dalam menjaga kesehatan serta membantu individu tersebut dalam mengelola energi selama beraktivitas. Zakky menambahkan bahwa banyak orang mengalami masalah kesehatan, seperti kolaps, saat berolahraga, disebabkan oleh ketidakmampuan dalam mengukur tingkat energi yang dikeluarkan. Ia pun menyarankan agar individu yang berisiko melakukan aktivitas fisik ringan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk terlibat dalam olahraga yang lebih berat guna menjaga kesehatan serta keamanan tubuh. Jantung adalah organ yang sangat penting dalam tubuh, bertugas memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Masalah yang berkaitan dengan jantung, seperti penyakit jantung koroner dan gangguan lainnya, dapat memicu dampak serius bagi fungsi tubuh secara keseluruhan. Dalam banyak kasus, tindakan intervensi medis menjadi cara efektif untuk menangani masalah-masalah ini. Intervensi jantung melibatkan prosedur medis yang berfokus pada pendeteksian dan pengobatan kondisi jantung dengan memasukkan kateter atau selang plastik melalui pembuluh darah ke dalam jantung. Tindakan ini mencakup berbagai metode, antara lain pemasangan *stent* untuk mengatasi penyakit jantung koroner, pemasangan alat pacu jantung, serta penanganan aliran listrik abnormal pada jantung. Selain itu, ada juga metode seperti penutupan kebocoran sekat serambi pada penderita penyakit jantung bawaan. Lebih lanjut, Zakky menjelaskan bahwa penggantian katup atau pelebaran katup yang menyempit bisa dilakukan dengan menggunakan balon. Untuk penderita yang mengalami pembuluh darah tepi yang bermasalah, pemasangan *stent* atau balon juga bisa diterapkan. Ada beberapa gejala yang bisa menjadi tanda adanya kelainan pada jantung, seperti cepat merasa lelah, atau merasakan nyeri dan sesak di dada yang mereda saat beristirahat. Menurut Zakky, memasuki usia 40 tahun bagi pria atau masa menopause bagi wanita, perlu ada upaya ekstra dalam menjaga kesehatan jantung. Sebagai langkah pencegahan, beberapa tips untuk menjaga kesehatan jantung meliputi melakukan *medical check-up* secara teratur, menghentikan kebiasaan merokok, mengurangi konsumsi makanan tinggi kolesterol, serta rutin berolahraga dan menjaga berat badan ideal. Tak kalah penting, bagi pasien dengan tekanan darah tinggi, disarankan untuk mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur untuk menjaga kesehatan jantung. ANTARA