BANTEN –
**Borneonews - Tangerang**, Puskesmas Cipadu di Kota Tangerang telah meraih penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas upaya signifikan dalam penanggulangan kasus HIV/AIDS. Puskesmas ini berhasil menciptakan jalur cepat yang memenuhi kriteria 95-95-95. Kriteria ini menggambarkan tiga target utama dalam penanganan HIV, yaitu 95 persen dari estimasi orang dengan HIV (ODHIV) diketahui status HIV-nya, 95 persen dari ODHIV diobati, dan 95 persen dari mereka yang diobati dapat mencapai supresi virus. Hal ini disampaikan oleh Kepala Puskesmas Cipadu, Any Ernawati, dalam pernyataannya di Tangerang baru-baru ini. Penghargaan diserahkan oleh Elis Widen dari *UNAIDS* Indonesia kepada dr. Novy, yang menjabat sebagai Penanggung Jawab Program HIV di Puskesmas Cipadu, pada hari Jumat tanggal 27 September. Penilaian terhadap Puskesmas Cipadu mencakup keberhasilan dalam layanan perawatan dukungan pengobatan (PDP), di mana puskesmas ini mencapai capaian tertinggi dalam pemeriksaan viral load (VL) untuk ODHIV yang sedang menjalani terapi antiretroviral (ART). Dalam penjelasannya, Any menyebutkan berbagai program yang diterapkan untuk menangani isu HIV di lingkup Puskesmas Cipadu. Salah satunya adalah memberikan terapi *antiretroviral* secara masif kepada semua ODHIV, serta melakukan pemeriksaan viral load secara berkala. Menurutnya, kunci sukses dalam program penanganan HIV terletak pada kesiapsiagaan petugas kesehatan dan pendekatan yang proaktif. Selain itu, pendampingan yang rutin dan cepat selama proses pemulihan juga menjadi sangat penting. Any menambahkan bahwa penghargaan yang diterima ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara berbagai program dan sektor terkait dalam layanan HIV/AIDS. Puskesmas Cipadu juga berkomitmen untuk menjaga agar masyarakat, terutama generasi muda, terhindar dari penyakit ini. “Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi dorongan semangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan yang optimal dan dukungan kepada para pasien, sehingga mereka tidak merasa jenuh dalam menjalani proses pengobatan,” ungkapnya. ANTARA