JAKARTA –
**Borneonews - New York, Amerika Serikat**, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) diharapkan untuk memanfaatkan pengaruh yang dimilikinya dalam upaya mendukung perjuangan Palestina, terutama untuk mengakhiri kondisi konflik yang berkepanjangan. Harapan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, dalam pernyataannya di hadapan forum Pertemuan Koordinasi OKI Tahunan Tingkat Menteri yang berlangsung di sela-sela Sidang ke-79 Majelis Umum PBB. Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno menekankan pentingnya negara-negara anggota OKI untuk mengedepankan contoh dalam mengakui kedaulatan Negara Palestina. Dengan jumlah anggota yang mencapai 57 negara, OKI berfungsi sebagai platform multilateral yang bertujuan untuk meningkatkan solidaritas dan kerjasama di antara negara-negara Islam yang mayoritas penduduknya beragama Muslim. Lebih lanjut, Menlu Retno menyoroti beberapa langkah konkret yang dapat diambil oleh OKI untuk memperkuat dukungan terhadap Palestina. Salah satunya adalah dengan meningkatkan jumlah negara yang secara resmi mengakui hak Palestina, serta mendorong pelaksanaan Resolusi Majelis Umum PBB, yaitu Resolusi ES-10/24. Resolusi ini menggarisbawahi perlunya Israel untuk mengakhiri pendudukan ilegal yang telah berlangsung di wilayah Palestina. "Resolusi ini seharusnya menjadi panduan bagi negara-negara anggota OKI dalam mendukung pemenuhan hak-hak rakyat Palestina. Oleh karena itu, penting bagi negara-negara OKI untuk memberikan dukungan politik kepada Sekjen PBB dalam melaksanakan, melaporkan, dan memantau implementasi dari resolusi tersebut," papar Retno. Di samping itu, Retno juga menekankan perlunya solidaritas dalam tubuh OKI sendiri. Ia berharap semua anggota forum ini dapat memandang satu sama lain sebagai bagian dari sebuah keluarga besar, sehingga dapat bergerak maju bersama-sama. "OKI adalah sebuah keluarga besar, dan masa depan kita ada di tangan kita sendiri. Oleh karena itu, sangat penting untuk saling mendukung agar tidak ada satu pun negara anggota OKI yang tertinggal dalam berbagai upaya kolektif kita," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. ANTARA