PALU –
**Borneonews - Sigi, Sulawesi Tengah**, Pemerintah Kabupaten Sigi berkomitmen untuk mengatasi masalah kemiskinan ekstrem melalui inisiatif pemberdayaan berkelanjutan. Langkah ini bertujuan untuk menekan angka kemiskinan yang masih cukup tinggi di wilayah tersebut. Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, menjelaskan bahwa program pengentasan kemiskinan ekstrem ini merupakan bagian dari upaya yang cepat dan terfokus. Ini adalah inisiatif yang dirancang oleh Dinas Sosial setempat untuk mempercepat proses pengentasan kemiskinan di daerah ini. Irwan menekankan bahwa program pemberdayaan berkelanjutan sangat penting dalam mengatasi kemiskinan secara holistik. Ia menegaskan, “Inisiatif ini tidak sekadar memberikan bantuan sementara, melainkan juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi dan sosial.” Pemerintah daerah mendorong masyarakat di Kabupaten Sigi untuk lebih memahami dan memanfaatkan program-program pengentasan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan. Irwan berharap sosialisasi mengenai program ini dapat meluas dan memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada masyarakat tentang pentingnya peran aktif mereka dalam mencapai kesejahteraan jangka panjang. Menurut data yang disampaikan, Sigi mencatat angka kemiskinan berada pada posisi keempat di Sulawesi Tengah dengan persentase 12,83. Angka ini masih di bawah Kota Palu yang mencapai 6,56 persen, Kabupaten Banggai 6,94 persen, dan Morowali 12,83 persen. Irwan menjelaskan bahwa upaya pemberdayaan masyarakat termasuk memberikan bantuan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas. Sebagai contoh, pemerintah daerah memberikan hewan ternak kepada masyarakat, dengan harapan hasil dari ternak tersebut dapat dijual dan dijadikan sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. Ia menyatakan, “Bantuan yang diberikan kepada masyarakat memiliki beberapa kriteria, salah satunya adalah memastikan bahwa penerima bantuan masih dalam usia produktif untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan peternakan dan sektor ekonomi lainnya.” Dengan demikian, masyarakat yang berhasil dalam beternak, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga mereka. Berdasarkan data dari Pemkab Sigi, di tahun 2024, jumlah masyarakat miskin di wilayah ini terhitung sebanyak 31.470 jiwa, dengan persentase mencapai 12,83 persen. Di sisi lain, populasi dengan status miskin ekstrem di Sigi sebanyak 5.080 jiwa, atau sekitar 2,07 persen dari total populasi. Melalui berbagai program dan upaya ini, Pemkab Sigi bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar tidak hanya keluar dari jeratan kemiskinan, tetapi juga untuk membangun ketahanan ekonomi secara berkelanjutan. ANTARA