DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, Universitas Udayana mengadakan uji publik yang melibatkan pasangan calon peserta Pilkada Bali 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk menghubungkan calon kepala daerah dengan masyarakat, terutama generasi muda, sehingga mereka dapat memahami lebih dalam mengenai visi dan misi masing-masing pasangan calon. Rektor Universitas Udayana, Prof Ngakan Putu Gede Suardana, menjelaskan bahwa acara ini memiliki beberapa tujuan penting. Salah satunya adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap gagasan-gagasan yang diusung oleh kedua pasangan calon. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk berpikir kritis terhadap program-program kerja yang ditawarkan, serta menguji kelayakan para calon melalui diskusi yang interaktif. Uji publik ini diharapkan dapat menjadi arena untuk mendokumentasikan janji politik para kandidat. Dengan harapan memperkuat partisipasi publik dalam proses demokrasi, Prof Ngakan menekankan pentingnya kegiatan ini dalam memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai arah pembangunan Bali di masa depan. Rencana pelaksanaan uji publik Pilkada Bali dijadwalkan pada 10-11 Oktober 2024 di Auditorium Widya Sabha, Kampus Universitas Udayana yang terletak di Jimbaran. Dalam kesempatan ini, masyarakat akan memiliki kesempatan untuk menggali lebih dalam visi, misi, dan program kerja dari para kandidat. Uji publik ini akan difasilitasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana, yang akan bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bali. Tema yang diusung dalam acara ini adalah "Dinamika Perkembangan Bali Antara Kemajuan dan Permasalahan." Prof Ngakan menambahkan bahwa acara ini akan memfasilitasi calon kepala daerah untuk memaparkan visi dan misi mereka secara langsung sambil menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis dari panelis yang akan mengawasi jalannya diskusi. Universitas Udayana juga berencana untuk menghasilkan kajian akademis mengenai permasalahan strategis di Bali. Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi referensi yang berguna bagi para calon dalam merumuskan solusi yang konkret terhadap tantangan yang dihadapi. Pada bagian diskusi, peserta diundang untuk memberikan tanggapan secara langsung terhadap pemaparan pasangan calon seperti Made Muliawan Arya-Putu Agus Suradnyana (Mulia-PAS) dan Wayan Koster-Giri Prasta (Koster-Giri). Prof Ngakan menegaskan bahwa uji publik ini terdiri dari beberapa sesi, di antaranya pemaparan visi dan misi, diskusi dengan panelis, serta dialog interaktif dengan peserta. Acara ini akan ditutup dengan penandatanganan Akta Dasa Satya Udayana, yang menjadi simbol komitmen terhadap nilai-nilai etika dalam kepemimpinan. Universitas Udayana berkomitmen untuk mendukung kegiatan yang memperkuat nilai-nilai demokrasi, pendidikan politik yang inklusif, dan pemberdayaan masyarakat. Prof Ngakan yakin bahwa keterlibatan aktif masyarakat, terutama mahasiswa, sangat penting dalam mewujudkan masa depan Bali yang lebih baik dan berkelanjutan. ANTARA