JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, bersama dengan Menteri Luar Negeri Azerbaijan, Jeyhun Bayramov, baru-baru ini melakukan penandatanganan Perjanjian Bebas Visa Diplomatik dan Dinas (PBVDD) antara kedua negara. Kesepakatan ini berlangsung dalam pertemuan bilateral yang diadakan di New York pada Jumat, 27 September 2024, waktu setempat. Hari itu, Retno menjelaskan bahwa perjanjian ini merupakan manifestasi dari komitmen untuk meningkatkan kerjasama antara Indonesia dan Azerbaijan. Ia menekankan keyakinannya bahwa PBVDD akan membuka peluang bagi penguatan hubungan diplomatik dan memberikan kemudahan dalam kolaborasi di berbagai bidang. "Saya percaya bahwa perjanjian ini akan memperkuat ikatan diplomatik dan memfasilitasi kerjasama yang lebih erat antara kedua negara, yang berpotensi membawa kolaborasi yang lebih besar di masa mendatang," ungkap Retno Marsudi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada hari berikutnya. Retno juga menyatakan harapannya agar kerjasama bilateral antara Indonesia dan Azerbaijan terus berkembang dan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat di kedua negara. Dalam diskusi lebih lanjut, kedua Menteri Luar Negeri sepakat untuk meningkatkan kolaborasi dan saling mendukung dalam berbagai forum kerjasama internasional. Sebagai bagian dari dukungan tersebut, Retno menyampaikan respons positif terhadap permohonan Bayramov, di mana Indonesia siap mendukung Azerbaijan sebagai tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP29) yang akan diadakan di Ibu Kota Baku pada bulan November mendatang. Menteri Bayramov pun mengakui pentingnya Indonesia sebagai mitra strategis bagi Azerbaijan. Ia menyatakan harapan agar hubungan bilateral dapat berkembang ke tingkat yang lebih tinggi, mencerminkan sinergi yang lebih intim antara kedua negara. ANTARA