SURABAYA –
**Borneonews - Jember, Jawa Timur**, Aparat dari Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, kembali melakukan tindakan nyata dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di wilayah yang tengah menghadapi masalah kekeringan. Desain ini ditujukan khususnya untuk daerah Desa Andongrejo, yang sangat terdampak oleh kemarau yang berkepanjangan. Kapolres Jember, AKBP Bayu Pratama Gubunagi, dalam pernyataan resmi yang diterima menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan bantuan sebanyak 4.000 liter air bersih menggunakan kendaraan dinas dari PDAM. Penyaluran bantuan ini dilakukan untuk membantu masyarakat di Desa Andongrejo yang saat ini mengalami kesulitan dalam memperoleh sumber air bersih. Menurut Kapolres, Polres Jember sebelumnya juga telah melaksanakan penyaluran air bersih di lokasi yang sama beberapa waktu lalu. Kini, mereka kembali memberikan dukungan karena laporan dari warga menunjukkan bahwa kesulitan mendapatkan air bersih masih berlanjut. “Kami menerima banyak laporan terkait kekurangan air bersih dan fenomena kekeringan di beberapa daerah lain. Oleh karena itu, kami berencana untuk segera menyalurkan bantuan lebih lanjut kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Diharapkan, bantuan air bersih yang disalurkan akan meringankan beban masyarakat yang terpengaruh oleh kekeringan ini, sehingga mereka tidak lagi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Siti, seorang warga Desa Andongrejo, menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Polres Jember atas kepedulian yang ditunjukkan. Ia mengungkapkan bahwa keluarganya telah menerima bantuan air bersih sebanyak dua kali, mencerminkan kondisi krisis air yang sedang melanda desa mereka. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian Polres Jember. Banjir panjang yang berkepanjangan membuat kami kesulitan mendapatkan air bersih, yang sangat diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari,” ucapnya. Siti menambahkan bahwa sumber mata air di desa semakin menipis, dan dampak dari kemarau yang panjang dapat dirasakan oleh berbagai aspek kehidupan, termasuk untuk keperluan memasak. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, sejumlah kecamatan yang menderita akibat kekeringan antara lain Sumbersari, Patrang, Tempurejo, Pakusari, dan Kalisat. Pendistribusian air bersih ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 188.45/277/1.12/2024, yang menetapkan status siaga darurat bencana terkait kekeringan, kebakaran hutan, serta lahan tahun 2024. Musim kemarau yang berkepanjangan ini memang telah berdampak signifikan terhadap akses masyarakat terhadap air bersih. ANTARA