JAKARTA –
**Borneonews - Belitung**, Staf Wilayah II Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kepulauan Bangka Belitung, Wotto Iskandar, mengungkapkan bahwa upaya untuk mengatasi masalah terkait penyediaan air minum dan pengelolaan limbah di Kabupaten Belitung terus digencarkan. Saat ini, pihaknya mengusulkan kebutuhan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Usulan dana tersebut akan digunakan untuk mendistribusikan air bersih yang diolah melalui Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Batu Mentas kepada 1.008 sambungan rumah yang sudah terverifikasi di wilayah Belitung. Menurut Wotto, Kementerian PUPR telah memberikan arahan khusus untuk menanggulangi isu-isu terkait penyediaan air dan pengelolaan limbah di daerah ini. Adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2024 mengenai Percepatan Penyediaan Air Minum dan Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik menjadi angin segar bagi daerah tersebut. Meski demikian, proses penyaluran anggaran belum berjalan sesuai harapan karena Kabupaten Bangka Belitung terdaftar sebagai prioritas kedua, sehingga dana yang diusulkan untuk 1.008 sambungan rumah tersebut masih tertahan. Wotto menjelaskan bahwa masalah utama yang dihadapi adalah pipa-pipa lama yang berpotensi bocor apabila tekanan air ditingkatkan. Dalam hal distribusi air bersih, panjang pipa yang akan digunakan untuk koneksi ke Tanjung Pandan mencapai 18 km dengan berbagai ukuran, termasuk pipa berukuran 400 mm sepanjang 14,8 km, 300 mm HDPE sepanjang 1,2 km, dan 150 mm sepanjang 2,6 km. Pentingnya penanganan air bersih di Kabupaten Belitung tidak dapat diremehkan, mengingat tingginya permintaan akan air bersih. Selain itu, tantangan kualitas air juga menjadi perhatian karena tingginya kadar besi dan seng di wilayah tersebut. Wotto menekankan bahwa penanganan kualitas air menjadi fokus utama, terutama di kawasan-kawasan yang terkena dampak aktivitas penambangan. Dia mengungkapkan bahwa meskipun anggaran telah dialokasikan di pusat, pihaknya terpaksa membatalkan pengajuan tahun ini karena masalah waktu pelaksanaan yang tak memungkinkan. Billang yang seharusnya dapat dimanfaatkan mulai Juni terpaksa tertunda, mengingat ketersediaan dana yang baru tersedia bulan ini berisiko jika dikerjakan dalam jangka waktu yang terlalu sempit. Wotto berkomitmen untuk terus mengupayakan pengajuan dana tersebut di tahun 2025 agar masyarakat Belitung dapat memperoleh akses terhadap air bersih yang lebih baik. Dia juga mencatat bahwa penanganan limbah domestik di Kabupaten Bangka Belitung juga perlu diperhatikan, dengan rencana untuk memetakan area-area yang rawan terkena limbah. Kepala Seksi Wilayah II BPPW, Khoirul Hakim, menambahkan bahwa saat ini SPAM Batu Mentas sudah mampu mengalirkan air bersih untuk 2.534 rumah di Tanjung Pandan. Fasilitas ini sangat penting untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), mengingat Belitung ditetapkan sebagai kawasan pariwisata yang strategis. Dengan kapasitas sebesar 2x50 liter per detik, SPAM Batu Mentas dirancang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di berbagai sektor industri, termasuk perhotelan dan pelabuhan perikanan. Sebagai tambahan, Khoirul menjelaskan bahwa kebutuhan air untuk industri perikanan, seperti pabrik es dan kapal, juga dilayani oleh sistem penyediaan air ini. Dengan terus berupaya menjaga kualitas dan ketersediaan air bersih, diharapkan masalah yang dihadapi oleh masyarakat dalam hal akses air dapat segera teratasi. ANTARA