JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Antoni Arif Priadi, mengungkapkan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, yakni dari 2014 hingga 2024, sebanyak 28 pelabuhan baru telah dibangun di seluruh wilayah Indonesia. Dalam paparannya, Antoni menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur transportasi laut yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas di antara berbagai daerah. Selain pembangunan pelabuhan baru, juga terdapat 165 rehabilitasi pelabuhan yang dilakukan agar layanan pelayaran semakin optimal. Antoni juga menyoroti Program Tol Laut sebagai salah satu inisiatif utama yang berfokus di Ditjen Perhubungan Laut. Program ini telah berhasil menciptakan 39 trayek yang menghubungkan berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau. Tol Laut memainkan peranan penting dalam distribusi logistik nasional dan berupaya menekan disparitas harga barang antara wilayah barat dan timur Indonesia secara signifikan. Di samping itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengoperasikan kapal perintis dan kapal ternak yang memiliki fungsi vital dalam meningkatkan mobilitas masyarakat di daerah terpencil. Kapal tersebut juga mendukung distribusi ternak dari pusat produksi ke pusat konsumsi. Saat ini, kapal perintis beroperasi di 107 trayek, sementara kapal ternak melayani enam trayek, berfungsi tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Untuk mengikuti perkembangan teknologi, Ditjen Hubla telah melaksanakan transformasi digital guna mempermudah layanan di sektor transportasi laut. Salah satu inovasi penting yang diperkenalkan adalah sistem informasi digital bernama *inaportnet*. Sistem ini telah diterapkan di 264 pelabuhan di Indonesia dan menjangkau berbagai wilayah strategis. Dalam rangka memperingati Hari Maritim Sedunia yang jatuh pada 26 September, tema tahun 2024 adalah "Navigating the Future: Safety First!" atau "Menavigasi Masa Depan: Keselamatan adalah yang Utama." Antoni menyatakan bahwa tema ini menegaskan pentingnya keselamatan dalam setiap aspek pelayaran serta masa depan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan untuk transportasi laut. Ia berkomitmen untuk meningkatkan mutu pelayanan di sektor transportasi laut, terutama dalam hal keselamatan pelayaran yang menjadi fokus utama. Antoni menegaskan bahwa keselamatan merupakan aspek yang mendasar dan tidak bisa diabaikan dalam dunia pelayaran. Dengan demikian, Ditjen Hubla bertekad untuk memastikan seluruh aktivitas transportasi laut di Indonesia memenuhi standar keselamatan yang berlaku secara internasional. Dalam peringatan Hari Maritim Sedunia ini, Antoni mengajak semua pemangku kepentingan di sektor maritim untuk bersinergi dalam menciptakan transportasi laut yang lebih aman dan efisien. "Kita harus bersama-sama menavigasi masa depan dengan mengutamakan keselamatan, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab semua pihak di sektor maritim," tegasnya. Ia berharap bahwa peringatan ini akan menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus berupaya menjaga keselamatan dan keamanan dalam setiap aktivitas di sektor maritim, demi masa depan yang lebih baik bagi transportasi laut di Indonesia dan di seluruh dunia. ANTARA