BENGKULU –
**Borneonews - Mukomuko**, Pemerintah Kabupaten Mukomuko yang terletak di Provinsi Bengkulu telah melakukan pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan area permukiman dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Selagan Jaya. Langkah ini diambil untuk mempermudah akses kendaraan dalam membawa sampah menuju lokasi pembuangan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mukomuko, Budi Yanto, menyatakan bahwa sejak adanya pembangunan jalan baru, keterlancaran pengangkutan sampah oleh kendaraan dari Dinas Lingkungan Hidup, BUMDes, serta masyarakat menjadi jauh lebih baik. Hal ini sangat berarti bagi meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di daerah tersebut. Budi menjelaskan bahwa jalan dengan tipe *hot mix* telah selesai dibangun menuju TPA Selagan Jaya, yang berada di Kecamatan Kota Mukomuko. Dalam tahun anggaran ini, Pemkab Mukomuko telah mengalokasikan dana sebesar Rp11 miliar, yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit, untuk pembangunan jalan penghubung dari Tran Bandef di Desa Pondok Batu ke lokasi TPA sampah di Desa Selagan Jaya. Pembangunan jalan tersebut tampaknya memberikan dampak positif yang signifikan. Menurut Budi, kini kendaraan pengangkut sampah dapat melakukan pengangkutan lebih dari sekali dalam sehari. Jalan yang baik ini juga berkontribusi untuk mengatasi masalah transportasi, terutama saat musim hujan, di mana sebelumnya banyak truk sampah mengalami kesulitan dan kerusakan saat melintasi jalan yang tidak memadai. Kendaraan yang mengangkut sampah kini tidak hanya berasal dari Dinas Lingkungan Hidup. Warga masyarakat dan BUMDes yang beroperasi di Kecamatan Selagan Raya dan Kecamatan Penarik juga memanfaatkan jalan ini untuk mengangkut sampah. Sebelumnya, ada banyak kendala yang dihadapi oleh kendaraan milik warga yang tersangkut dan rusak ketika melintasi jalan menuju TPA. Bahkan, posisi Pemkab Mukomuko pernah turun tangan dengan menurunkan alat berat untuk membantu pemulihan kendaraan yang terjebak. Meski TPA sampah di daerah ini saat ini berfungsi sebagai tempat penumpukan dan penimbunan, Budi menegaskan bahwa belum ada pengolahan sampah yang dilakukan di lokasi tersebut. Akan tetapi, dengan adanya upaya ini, harapannya adalah pengelolaan sampah di Kabupaten Mukomuko dapat terus diperbaiki ke depannya. ANTARA