SEMARANG –
**Borneonews - Banyumas**, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, bekerja sama dengan sekelompok wartawan, baru-baru ini mengadakan kegiatan bakti sosial. Pada kesempatan ini, mereka memberikan bantuan berupa keranda jenazah dan *pesucen*, yaitu tempat memandikan jenazah, kepada masyarakat Desa Pasir Kulon, yang terletak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala Satresnarkoba Polresta Banyumas, Komisaris Polisi Willy Budiyanto, dan Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyumas, Driyanto. Acara ini dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum Grumbul Karangkinasih, yang berada di Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, pada hari Sabtu. Kompol Willy Budiyanto menjelaskan bahwa inisiatif ini berawal dari kegiatan *Ngopi Bareng* yang digagas oleh Kepala Polresta Banyumas, Komisaris Besar Polisi Ari Wibowo. Dalam kegiatan tersebut, kapolsek-kapolsek diharapkan untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui pertemuan informal. Dalam acara *Ngopi Bareng* di Kecamatan Karanglewas, Kapolsek setempat, Ajun Komisaris Polisi Sutardiana, menyampaikan bahwa satu desa di wilayah itu memerlukan keranda jenazah. Menanggapi hal ini, Satresnarkoba Polresta Banyumas mengambil tindakan cepat dengan menyisihkan sebagian rezeki anggota mereka untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan, yang kemudian diserahterimakan melalui kegiatan bakti sosial. Willy menambahkan bahwa berkat komunikasi yang baik dengan teman-teman wartawan, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa keranda jenazah, tetapi juga dilengkapi dengan *pesucen*. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi warga Desa Pasir Kulon, khususnya bagi mereka yang tinggal di Grumbul Karangkinasih. Wakil Ketua PWI Kabupaten Banyumas, Driyanto, mengungkapkan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan contoh nyata sinergi antara wartawan dan Satresnarkoba Polresta Banyumas. Dia menekankan bahwa peran wartawan tidak hanya sebatas pada peliputan berita, tetapi juga mencerminkan kepedulian sosial melalui sumbangan yang diberikan berupa *pesucen*. Sementara itu, Kepala Desa Pasir Kulon, Muhammad Samsi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa selama ini warga di Grumbul Karangkinasih mengalami kesulitan saat harus memindahkan jenazah ke pemakaman, mengingat lokasi pemakaman yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Keadaan ini mengharuskan mereka untuk meminjam keranda dari desa terdekat, yaitu Desa Pasir Wetan. Muhammad Samsi yang juga mencatat bahwa Grumbul tersebut hanya dihuni oleh 22 keluarga, mengungkapkan kesulitan yang dihadapi warga untuk mengumpulkan uang guna membeli keranda yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Selain itu, akses jalan menuju TPU Grumbul Karangkinasih terbilang sulit, karena harus melewati pematang sawah dan jalur tepian rel kereta api. Dalam situasi darurat, ketika ada warga yang meninggal dunia, iring-iringan pengantar jenazah terpaksa harus melewati sawah meskipun terdapat tanaman. Kendati begitu, Kepala Desa merasa bersyukur karena beberapa warga telah rela mewakafkan lahannya untuk dijadikan akses jalan menuju pemakaman, sehingga bisa membantu menyelesaikan masalah transportasi jenazah yang kerap dihadapi. ANTARA