BORNEONEWS, Kapuas - Luas lahan tanaman padi ladang di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah terus berkurang. Penyebabnya, antara lain maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit. Data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Distantura) Kapuas, pada 2011 sebanyak 22.518 hektare. Namun pada 2012 berkurang jadi 19.511 hektare dan sampai 2015 hanya tersisa 6.985 hektare.  

“Semakin tahun justru semakin berkurang, seperti di Kecamatan Mantangai, tahun 2011 luas tanaman padi ladang di sana 13.646 hektare dan sekarang malah sudah tidak ada lagi,” kata Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Distantura Kapuas, Jarwadi di Kuala Kapuas, Kamis (11/8/2016).

Menurut Jarwadi berkurangnya lahan padi ladang seperti di Kecamatan Mantangai, Dadadup dan Kecamatan Kapuas Murung, dikarenakan banyak lahan pertanian beralih fungsi menjadi lahan perkebunan kepala sawit. Ia mencontohkan, di eks PLG UPT Lamunti, hampir sebagian besar lahan padi ladang beralih ke sawit.

Selain itu, adanya larangan membakar lahan juga menyebabkan petani ladang beralih usaha. Namun demikian, terang Jarwadi, berkurangnya padi ladang tidak terlalu berpengaruh terhadap capaian target produksi padi di daerah setempat. “Kalau mempengaruhi produksi padi, tidak. Karena dari 94 ribu hektare luas tanam padi kita yang sudah tertanam sampai 18 Julli 2016, untuk tanaman padi ladang hanya sekitar 7%. Jadi, tidak terlalu berpengaruh.”

Produksi padi Kapuas tahun 2016 ditarget sebanyak 500 ribu ton. Sedangkan untuk luas tanam berdasarkan target pemerintah pusat seluas 125 hektare. “Target pusat 125 hektare, namun yang bisa kita realisasikan mungkin hanya dikisaran 98 ribu hektare atau 75% dari target yang ditetapkan,” terangnya.   

Ditambahkan Jarwadi, untuk antisipasi kebakaran lahan, pemerintah pusat telah memberikan bantuan berupa hantraktor kepada kelompok tani, sehingga pengolahan lahan tanaman pangan dapat dilakukan dengan pola intensif dan tidak dengan cara membakar. “Kemudian petani menanam padi jangan dengan sistem ladang berpindah.” (DJEMMY NAPOLEON/N).