**Borneonews - Blitar**, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar, yang terletak di Jawa Timur, baru-baru ini mengumumkan kerjasamanya dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Blitar untuk menurunkan baliho yang menggambarkan petahana. Langkah ini diambil dalam rangka persiapan untuk kampanye Pilkada 2024.
Anggota Bawaslu Kabupaten Blitar, Masrukin, menjelaskan bahwa kolaborasi ini diperlukan untuk memastikan bahwa gambar petahana tidak muncul dalam baliho program pemerintah selama periode kampanye. Petahana ini akan mencalonkan diri kembali dalam Pilkada yang akan datang di daerah tersebut. Dengan demikian, terdapat urgensi untuk membersihkan baliho dari gambar yang bersangkutan.
Dalam upaya tersebut, Bawaslu telah mengirimkan surat kepada berbagai instansi di Pemkab Blitar yang meminta agar baliho program pemerintah yang memuat gambar petahana dapat diturunkan. Penertiban ini dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari Bawaslu, Dinas Perhubungan (Dishub), serta Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, yang juga didukung oleh kehadiran personel kepolisian.
Menurut Masrukin, proses penurunan baliho menjadi sangat penting mengingat saat ini telah memasuki masa kampanye untuk Pemilihan Kepala Daerah 2024. Meskipun telah ditentukan batas waktu penurunan baliho tersebut pada tanggal Senin (23/9), masih ada baliho yang belum diturunkan hingga saat ini.
Masrukin juga menyebutkan tantangan yang dihadapi, yaitu luasnya wilayah Kabupaten Blitar yang terdiri dari 22 kecamatan serta banyaknya baliho dengan ukuran yang bervariasi. Dengan kondisi ini, penurunan baliho memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, meskipun upaya terus dilakukan.
Sebagai tanggung jawabnya dalam divisi penanganan pelanggaran dan data informasi, Masrukin telah menugaskan panitia pengawas di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk berperan aktif dalam menurunkan baliho petahana. Untuk baliho besar yang memerlukan alat berat atau bantuan tambahan, tim akan menggunakan dukungan dari petugas Satpol PP yang memiliki fasilitas pendukung di kantor mereka.
Masrukin mengonfirmasi bahwa saat ini, baliho yang memuat gambar petahana dari program pemerintah Kabupaten Blitar telah berhasil diturunkan. Dengan keberhasilan ini, tidak ada lagi baliho pemerintah yang menampilkan calon petahana. "Sudah bersih," tegasnya.
Pilkada 2024 di Kabupaten Blitar akan diikuti oleh dua pasangan calon. Pasangan pertama adalah bakal calon Bupati dan Wakil Bupati, Rijanto - Beky Hendriansyah, yang didukung oleh tiga partai politik, yaitu PDIP, NasDem, dan PAN, serta delapan partai non-parlemen. Pasangan kedua adalah petahana Rini Syarifah dan Abdul Ghoni, yang mendapat dukungan dari koalisi beberapa partai, termasuk PKB, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan PPP.
Rijanto sendiri merupakan mantan Bupati Blitar, sedangkan Rini Syarifah adalah petahana yang kembali mencalonkan diri. Keduanya pernah bersaing dalam pemilihan umum pada 9 Desember 2020.
ANTARA
Bawaslu Blitar Bersinergi Turunkan Baliho Gambar Petahana Pilkada
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







