BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sedang merancang pengembangan Kecamatan Kotawaringin Lama menjadi kota budaya, religi, dan pariwisata. Inisiatif ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi yang ada di wilayah tersebut, baik dari segi sejarah, budaya, maupun alam.
Kepala Bappeda Kobar, Juni Gultom, menjelaskan bahwa pihaknya telah memulai kajian terkait pembangunan kota budaya dan pariwisata di Kotawaringin Lama, termasuk rencana pembangunan waterfront city.
“Kami melihat potensi besar di Kotawaringin Lama yang bisa dikembangkan, khususnya terkait wisata alam dan sejarah masa lalu,” ujar Juni.
Kotawaringin Lama dikenal memiliki berbagai destinasi wisata alam yang menjanjikan, seperti Danau Asam, Danau Gatal, dan Masorayan. Menurut Juni, aset-aset ini perlu dikembangkan dengan baik untuk menarik wisatawan lokal maupun internasional.
Kawasan ini juga kaya akan peninggalan budaya dan sejarah, seperti Astana Al-Nursari, Masjid Kyai Gede, serta Makam Kyai Gede dan Makam Raja Kuta Tanah. Peninggalan-peninggalan ini diproyeksikan sebagai cagar budaya yang akan mendukung pengembangan Kotawaringin Lama sebagai kota religi dan budaya.
“Peninggalan-peninggalan ini menjadi daya tarik tersendiri yang akan mendukung pengembangan Kotawaringin Lama,” kata Juni.
Tidak hanya berfokus pada sektor pariwisata, Bappeda juga merencanakan pembangunan infrastruktur. Rencana pengembangan sistem perkotaan sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) di Kotawaringin Lama akan diintegrasikan dengan perbaikan dan peningkatan fungsi jalan yang menghubungkan Pangkalan Bun dan Kotawaringin Lama.
“Aksesibilitas antara Pangkalan Bun dan Kotawaringin Lama akan ditingkatkan. Dengan peningkatan ini, diharapkan dapat memudahkan pergerakan orang dan barang, serta mendukung perkembangan ekonomi setempat,” jelas Juni.
Bappeda merencanakan Kotawaringin Lama sebagai simpul pintu masuk menuju Kabupaten Kotawaringin Barat dari Lamandau dan Sukamara, sehingga dapat menjadi kota transit yang strategis.
Juni menekankan bahwa keindahan alam Kotawaringin Lama sangat menarik dan eksotik. Ke depan, Bappeda akan mendorong pembangunan fasilitas wisata yang mendukung kegiatan-kegiatan wisata alam dan budaya.
“Selain wisata budaya, Kotawaringin Lama memiliki potensi alam yang sangat menarik. Ini bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus belajar tentang sejarah lokal,” katanya.
Bappeda juga berencana melibatkan masyarakat dalam pengembangan ini melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membangun kearifan lokal seperti aktivitas jual beli di sungai.
“Pembangunan wisata ini juga harus melibatkan masyarakat setempat, terutama dalam mendukung sektor UMKM yang akan membantu meningkatkan perekonomian warga,” ungkap Juni.
Dengan rencana ini, Bappeda Kobar berharap Kotawaringin Lama akan menjadi destinasi wisata unggulan di Kalimantan Tengah, yang menawarkan pengalaman wisata budaya, religi, dan alam yang unik dan menarik. (DANANG/H)









